Laba Telkom Berpeluang Tembus Rp 13 Triliun

JAKARTA – Binis telepon seluler sejauh ini memang masih menjadi contributor terbesar terhadap pendapatan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Meski begitu para analis memerkirakan akan ada sumber pendapatan potensial baru terhadap perusahaan telko terbesar di Indonesia itu yaitu pengembangan layanan data.

Head of Research Bahana Securities, Harry Su, dalam risetnya mengatakan Telkom memiliki fundamental kuat seiring bisnis seluler yang dijalankan oleh anak usaha, PT Telkomsel. Maka ketika anak usahanya itu dilanda perkara negative berupa gugatan pailit, menurutnya, terbukti tidak memengaruhi kinerja perseroan secara keseluruhan.

Harry menilai strategi Telkom dalam pengembangan layanan data merupakan langkah strategis karena akan menjadi kontributor signifikan bagi pertumbuhan kinerja perseroan ke depan. Meski telah menjadi penyedia layanan broadband terbesar dengan jumlah pelanggan mencapai 15,9 juta, menurutnya, Telkom saat ini terus menggencarkan pengembangan layanan data, terutama broadband dan Wi-Fi.

Salah satu realisasinya adalah dengan mengganti jaringan kabel tembaga dengan fiber optic, agar bisa menjangkau tiga juta rumah di kota-kota besar di Indonesia hingga akhir 2012. Jaringan fiber optic tersebut secara bertahap diproyeksikan akan mampu menjangkau lima juta rumah pada tahun 2013, dan 15 juta rumah pada 2015 mendatang.

Selain itu, Telkom juga menargetkan 100 ribu access point untuk jaringan Wi-Fi hingga akhir 2012, dan 1 juta access point pada tahun 2013. “Diharapkan layanan Broadband dan Wi-FI ini akan memberikan kontribusi pendapatan sebesar 15 persen pada tahun 2015 mendatang,” ujarnya, kemarin.

Pada kuartal ketiga 2012, Telkom mencatat peningkatan pendapatan dari layanan data, internet, dan jasa informasi teknologi (IT) sebesar Rp12,2 persen menjadi Rp 20,21 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu. Kontribusi dari layanan data tersebut menempati urutan tertinggi kedua atau setara 35,32 persen dari seluruh unit bisnis yang dimiliki perseroan. Total pendapatan konsolidasi Telkom per 30 September 2012 itu sendiri tercatat sebesar Rp56,9 triliun dan kontribusi terbesar masih dari seluler sebesar Rp 39,8 triliun.

Direktur Utama Telkom, Arief Yahya, sebelumnya mengatakan bahwa untuk memperkuat bisnis broadband, perseroan melakukan tranformasi bisnis Flexi dari wireless narrowband menjadi wireless broadband. “Adapun unit yang mengelola bisnis Flexi telah ditransformasikan dari Divisi Telkom Flexi (DTF) menjadi Divisi Wireless Broadband (DWB) yang mengelola bisnis WiFi Telkom dengan brand Indonesia WiFi,” ungkapnya.

Research Analyst PT Deutsche Bank Verdhana Indonesia, Raymond Kosasih, memprediksi harga saham Telkom sampai akhir tahun ini berpotensi tembus Rp 12.000 per lembar. Pendapatan BUMN telekomunikasi itu hingga akhir tahun ini berpotensi mencapai Rp73,045 triliun, naik 2,51 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 71,253 triliun.

“Sedangkan, laba bersihnya diproyeksikan meningkat 19,65 persen menjadi Rp 13,12 triliun dibanding Rp 10,96 triliun pada 2011,” ungkapnya dikutip dalam keterangan resminya, Minggu (28/10).(gen)