Kurung Diri, 3 Remaja Digerebek

KOTA MANNA. BE – Warga RT 16 Kelurahan Ibul Kecamatan Kota Manna kemarin dihebohkan dengan penggerebekan 3 orang anak manusia yang berlainan jenis di salah satu kamar kos di RT 16 tersebut.  Sehingga warga bersama Ketua RT 16 menggiring 2 orang wanita dan seorang pria itu ke kantor Lurah Ibul untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka yang telah mencemarkan nama baik RT 16.

Mereka adalah Rk (20), warga Jalan Veteran Kelurahan Padang Kapuk Kecamatan Kota Manna. Sedangkan yang wanitanya yakni El (17), warga Rukis Kelurahan Tanjung Mulia Kecamatan Pasar Manna dan Na (17), warga Kelurahan Pasar Bawah Kecamatan Pasar Manna.

Peristiwa penggerebekan itu dilakukan sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu warga sudah mulai curiga atas ulah remaja itu berada dalam kamar kos dengan pintu terkunci rapat. Padahal warga melihat kalau ketiganya sudah berada di kamar kos tersebut mulai pukul 07.00 WIB, pagi kemarin. Saat digerebek, ketiganya sedang dalam keadaan berpakaian lengkap.

Menurut Ketua RT 16, Raismandani kepada BE mengatakan, kalau warga sudah mulai curiga atas ulah mereka yang sudah sejak pagi berkurungan di dalam kamar. Lalu dengan dipimpin langsung oleh Ketua RT itu, warga langsung langsung menggedor pintu kamar, lalu ketiganya membukakan pintu tersebut. Setelah itu mereka digiring ke kantor Lurah Ibul.

Meskipun mereka tidak melakukan mesum akan tetapi warga setempat tetap berkeinginan agar ketiganya melakukan cuci kampung dengan membuat jambar ayam. Selain itu ketiga juga harus membuat surat pernyataan di atas materai 6 ribu dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi seperti yang mereka lakukan itu.

“Mereka sudah membuat surat perjanjian dan juga membuat jambar ayam sebagai sanksi adat yang mereka terima atas ulahnya yang telah mencemarkan nama baik RT kami,” ujar Ketua RT 16 kepada BE kemarin.

Sementara pengakuan ketiga pemuda ini, kalau mereka tidak melakukan hubungan mesum. Dikatakannya kalau saat itu  salah satu dari mereka yakni El sedang sakit asma, sehingga sebagai kawan karib. Na dan Ri lalu menjenguknya di kamar kos di RT 16 dan membelikannya obat asma. Namun usai memberikan obat, Na dan Ri tidak langsung pulang dan masih menunggui El yang lagi sakit sambil menemaninya ngobrol dengan pintu agak sedikit tertutup.

Hanya saja belum sempat keduanya pulang warga sudah menggerebek mereka dan menggiring mereka ke kantor lurah. “Kami tidak mesum pak, tapi El sakit jadi kami menjenguknya,” ucap Ri yang diamini oleh El dan Na saat di kantor Lurah Ibul.(369)