Kurikulum 2013 Dorong Siswa Lebih Kreatif

RIO-MENDIKBUD RESMIKAN KURIKULUM 2014 (7)BENGKULU,BE-  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr  Mohammad Nuh meluncurkan implementasi terbatas kurikulum nasional 2013 dihadapan Gubernur H Junaidi Hamsyah dan Bupati/Walikota, serta jajaran FKPD di Gedung Serbaguna (GSG) Setda Pemerintah Provinsi Bengkulu, kemarin. Peluncuran tersebut ditandai dengan penandatanganan dan deklarasi bersama implementasi terbatas kurikulum nasional 2013 bersama seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu.
Mendikbud mengatakan jika kurikulum 2013 menodorong siswa lebih kreatif. “Kurikulum 2013 ini, dibaratkan berangkat dari sebuah tujuan. Peran pemerintah lebih banyak pada kurikulum ini. Pada kurikulum sebelumnya, sekolah dan guru lebih berperan,” ujarnya.
Dia mengatakan, menerapkan kurikulum baru tersebut, tugas pemerintah sangat besar. “Karena harus punya persiapan, akan kita laksanakan pada 13 Juli nanti. Tapi. kurikulum ini mampu membangkitkan kreatifitas anak-anak,” katanya.
Saat ini yang dibutuhkan adalah anak-anak kreatif. “Orang kreatif itu banyak memiliki alternatif, kita ingin bangkitkan pikiran anak-anak seperti itu,” katanya.
Dia juga menegaskan jika, kurikulum 2013 dapat memberikan waktu kepada guru untuk meningkatkan efektivitas waktu pembelajaran. Pada dasarnya adalah membentuk format pola pikir, isi dan proses. “Kalau diibaratkan membuat baju, itu harus dimulai dengan desaign-nya terlebih dahulu. Sehingga akhirnya rapi,” katanya.
Dia mengatakan, dalam rangka menerapkan kurikulum tersebut, bulan ini akan dilakukan pelatihan guru untuk menjalankan Kurikulum 2013. Platihan guru dilakukan secara bertingkat mulai dari melatih instruktur nasional, guru inti, dan guru sasaran. Pelatihan untuk guru sasaran akan dilakukan saat liburan sekolah supaya tidak mengganggu aktivitas sekolah. “Untuk pelatihan instruktur nasional dilakukan 24 Juni nanti,” terang M Nuh.
Mendikbud menjamin dengan perubahan kurikulum tersebut tidak membebani orang tua. Sekolah boleh membeli buku, tetapi tidak boleh menjadi beban siswa. Meski demikian, buku untuk kelas 1 SD harganya sangat murah yakni Rp 7 ribu. “Kalau jenjang yang lebih tinggi lagi, buku akan dipinjamkan dari sekolah, sehingga bisa digunakan setiap tahunnya,” katanya.
Dia juga mengungkapkan jika buku tersebut boleh digandakan oleh siapun tanpa harus membayar royalti. Baik pihak percetakan atau sekolah, tidak dilarang menggandakan buku kurikulum 2013. “Siapa saja boleh menerbitkan buku ini,” tegasnya.
Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah mengatakan akan mendukung terlaksanakannya kurikulum 2013. Dia mengatakan, telah mengeluarkan pergub baca dan tulis Al-Qur’an pengganti mulatan lokal. “Saya sudah tandatangani pergub cara cepat baca Alqur’an untuk SD/MI, pengganti muatan lokal,” imbuhnya.(100)