Kurban Harus Lahirkan Sikap Kepedulian Soal

BENGKULU, BE – Salat Idul Adha di lingkungan Pemprov Bengkulu dipusatkan di Masjid Baitul Izah. Sejumlah pejabat Pemprov dan unsur Muspida juga melakukan salat Id di lapangan Masjid Raya tersebut. Lebih dari 3000 orang melaksanakan salat di dan mendengarkan Kutbah Ustad H Syaifudin.

Dalam kutbahnya, ia mengatakan bahwa pentingan kepedulian sosial. Berkurban adalah semangat berbagi kepada umat yang kurang mampu. “Bahkan, nilai berbagi sama dengan orang yang berangkat haji,” katanya.
Ia mencontohkan adanya kisah, seorang tukang sol sepatu bernama Al Hamid.

Sudah sejak lama  berniat ingin menunaikan ibadah haji, tapi tidak jadi berangkat. Alasannya, uang yang ia kumpulkan selama ini, yang renncanya akan digunakan untuk biaya haji, ia berikan kepada tetangganya yang sedang kelaparan.  Melihat tetangganya yang kelaparan ia tidak tegas, dan memberikan uangnya untuk tetangganya untuk membeli makanan.

Kejadian itu kemudian dengar oleh seorang ulama besar. Seorang ulama besar itu mendapat ilham dari malaikat, memberikan kabar  bahwa Allah pada musim haji saat itu hanya dua ibadah haji dari ribuan umat muslim sedunia yang diterima. Salah satunya adalah ibadah haji Al Hamid, kemudian ulama besar itu mencari Al Hamid dan akhirnya bertemu.

Bertanyalah ulama besar itu kepada Alhamid, “Kapan anda menunaikan ibadah haji?” ia menjawab belum pernah tapi sebelumnya punya niat, namun tidak kesampaian karena dana untuk haji itu diberikan kepada tetangga yang sangat membutuhkan,” katanya.

Kisah itu, membuktikan bahwa pentingnya amal saleh dan peduli lingkungan sosial. Karena nilainya sama dengan menunaikan ibadah haji.  Berhaji tidak harus ke tanah suci, tetapi dapat dilakukan dengan memberikan amal saleh kepada lingkungan sekitarnya serta telah memiliki niat untuk pergi haji. “Umat muslim diwajibkan naik haji tetapi harus memperoleh haji yang mabrur,” katanya.

Selain itu, berkurban merupakan bentuk kesalehan sosial bagi yang mampu dan memberikan daging kepadsa masyarakat kurang mampu. Rasa kepedulian ini perlu dipupuk dan diamalkan sehari-hari, agar tercipta masyarakat yang adil dan makmur.

  Berkuban dalam arti luas dapat dilakukan setiap manunsia, terutama dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, misalnya bagi PNS dan stasta. Bila semangat berkurban ini diamalkan sehari-hari, ia yakin, kemiskinan todak ada lagi, dan bisa menekan praktik korupsi.

Sekretaris Provinsi Drs H Asnawi A Lamat MSi mengatakan agar semangat hari kurban ini dapat dilaksanakan sehari-hari bagi jajaran PNS Pemprov dalam melaksanakan tugasnya. Selain itu, kesalehan sosial dan kepedulian sosial, diharapkan terus terpupuk di lingkungan masyarakat. “Kita berharap semangat berkurban ini dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. (100)