Kurangi Plastik hingga Tanamkan Pancasila

APRI- Upacara 4 Hari Besar
APRI/Bengkulu Ekspress
Bupati Bengkulu Utara, Ir Mian, Wabup Bengkulu Utara dan Arie Septia Adinata SE saat hadir dalam upacara peringatan 4 hari besar di halaman Pemkab Bengkulu Utara, kemarin (16/7).

ARGA MAKMUR, Bengkulu Ekspress– Bupati Bengkulu Utara (BU), Ir Mian mengajak masyarakat Bengkulu Utara menjaga lingkungan, dan menumbuhkembangkan koperasi sebagai kebangkitan ekonomi bangsa. Selain itu, Bupati juga mengajak melindungi anak dan perempuan dengan semangat Pancasila yang tertanam dalam jiwa dan raga. Hal ini disampaikan Bupati Mian usai upacara memperingati 4 hari besar, kemarin (16/7).



‘’Dengan peringatan 4 hari besar ini, maka kita harus selalu menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan, menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, membudayakan koperasi dalam kehidupan serta menjaga lingkungan agar tetap seimbang,’’ ujar Bupati kepada Bengkulu Ekspress.

Menurutnya, dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, isu terbaru mengenai sampah plastik. Karena, plastik tidak mudah diuraikan. Maka, masyarakat khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara dapat mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan yang berdampak luas. ‘’Masalah sampah plastik telah menjadi pembahasan di berbagai negara. Karena plastik tidak dapat diurai dalam waktu yang singkat sehingga menimbulkan pencemaran, tanah, air dan laut,’’ ungkapnya.

Sedangkan peringatan Hari Koperasi Indonesia, Bupati menegaskan harus menjadi kebangkitan ekonomi masyarakat. Untuk itu, koperasi harus dibudayakan dalam mendukung kemajuan perekonomian nasional. Maka, sinergitas gerakan koperasi dan pemeritah harus dilakukan secara berkesinambungan. ‘’Koperasi harus dapat mendukung majunya ekonomi nasional. Maka, pemerintah terus memberikan berbagai support bagi tumbuh dan berkembangnya koperasi,’’ terangnya.

Bupati melanjutkan, dalam peringatan Hari Anak Nasional, jangan sampai terjadi lagi kekerasan yang menimpa perempuan dan anak. Eksplorasi dan diskriminasi terhadap anak dan perempuan harus dihilangkan. Maka, para orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha dan pemerintah serta aparat menegak hukum harus bersinergi bersama-sama.

‘’Mari kita bersama-sama menjaga hak-hak anak. Karena, anak merupakan generasi penerus bagi kemajuan bangsa kedepannya. Kita juga harus melindungi anak dan perempuan jangan sampai terjadi kasus kekerasan,’’ tuturnya.

Bupati menyebutkan Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa harus selalu ditanamkan dalam jiwa dan raga seluruh warga Indonesia. ‘’Pancasila sebagai dasar negara jangan sampai tergantikan dengan hal lain. Pancasila harus selalu menjadi pemersatu dan mempererat bangsa,’’ pungkasnya.(816)