Kurangi BBM, Hemat Rp 890 M

JAKARTA – PLN terus berupaya menekan penggunaan BBM dalam bauran energi listrik di tanah air. Kali ini BUMN setrum tersebut bakal mengganti penggunaan diesel untuk pembangkit listrik di Nusa Tenggara Barat. Hal itu ditandai penandatanganan kontrak jual beli listrik (PPA/power purchase agreement) dengan PT Lombok Energy Dynamics.

Dalam kesepakatan tersebut, PLN bakal membeli pasokan listrik yang dihasilkan proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang dibangun PT Lombok Energy Dynamics. Proyek PLTU yang dibangun di Desa Padak Guar, Kabupaten Lombok Timur, itu direncanakan memiliki kapasitas 2×25 megaWatt (mW).

“”Harga tersebut akan berlaku saat pembangkit beroperasi secara komersial. Targetnya adalah 31 bulan sejak penandatanganan PPA atau Februari 2016,”” ujar Dirut PLN Nur Pamudji di Jakarta, Jumat (19/7).

Selain memperbaiki bauran energi, dia mengatakan, upaya tersebut dapat menekan beban biaya produksi listrik. Sebab, harga pembelian listrik dalam PPA tersebut hanya 9,17 sen dolar AS (sekitar Rp 917) per kWh. Hal tersebut jauh lebih rendah daripada total biaya pokok produksi listrik PLN di Lombok yang mencapai Rp 3.435 per kWh.

“”Lombok itu sampai sekarang masih pakai diesel. Jadi, PLTU dengan sumber batu bara sudah pasti menghilangkan konsumsi diesel. Hematnya bisa Rp 890 miliar per tahun,”” ungkapnya.

Selain itu, dia mengapresiasi upaya PT Lombok Energy Dynamics dalam proyek tersebut. Menurut dia, persiapan pembangunan PLTU milik mereka sangat cepat. Hanya butuh 263 hari. (bil/c6/oki)