Kurangi Antrean Kapal, Terminal Eks Ratu Samban akan Diaktifkan

FOTO HENDRIK/BE – Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, didampingi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai Bengkulu, Dody Triwahyudi saat memimpin rapat terbatas terkait antrian kapal di Pelabuhan Pulau Baai, Kamis (21/11).

BENGKULU, Bengkuluekspress.com – Menyikapi tingginya antrean kapal di kawasan dermaga Pelabuhan Pulau Baai, Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah langsung mengambil langkah strategis dengan akan mengaktifkan kembali eks Terminal Ratu Samban di kawasan Pulau Baai, Kota Bengkulu.

Hal ini disampaikannya usai melakukan rapat terbatas dengan pihak teknis terkait, KSOP Bengkulu, Pelindo II Bengkulu, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu dan APBB (Asosiasi Pertambangan Batubara Bengkulu).

“Jadi dalam kondisi darurat sekarang, terminal Eks Ratu Samban itu diaktifkan kembali untuk bersandar kapal. Untuk sementara bobot kapal menyesuaikan dengan kondisi kedalaman,” kata ujar mantan Wakil Bupati Bengkulu Selatan itu, di ruang rapat lantai III Kantor Gubernur Bengkulu, Kamis (21/11).

Rohidin meminta sesegera mungkin terminal Eks Ratu Samban diaktifkan kembali untuk bersandarnya kapal, supaya tidak berdampak buruk pada perekonomian Bengkulu.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai Bengkulu, Dody Triwahyudi menjelaskan, terjadinya antrean kapal ini lantaran meningkatnya aktivitas kapal batubara usai launching ekspor batubara ke India.

Dengan meningkatnya aktivitas ini, bersama Pelindo II Bengkulu pihaknya akan meningkatkan pelayanan dan fasilitas yang dibutuhkan.

Berdasarkan data KSOP Bengkulu dan Pelindo II Bengkulu, hingga hari ini antrean 5 kapal tongkang yang bersandar di dermaga Pulau Baai diketahui masih terjadi sejak pagi

Selain itu, dari fasilitas yang ada di Pelindo II diketahui memang belum optimal, jadi ada 1 konfeyor yang harus beroperasi dengan kemampuan 1.500 ton perjam. Namun masih belum bisa dioperasikan.

“Tapi tadi dijanjikan kontraktor pada 26 November 2019 sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 50 persen dari 1.500 ton per jam. Kalau kapal tongkang dengan kapasitas 7.000 ton, maka operasional hanya 10 jam, jadi 1 hari bisa 2 tongkang,” tutup Dody.(HBN)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*