Kurang Perhatian, 12 Dokter Datangi Dewan

KEPAHIANG, BE- Sebanyak 12 orang dokter interensif yang bertugas di Kepahiang mendatangi kantor DPRD Kepahiang. Kedatangan para dokter yang merupakan salah satu program Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Pusat tersebut bersama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Kepahiang. Menariknya kedatangan IDI yang langsung diterima anggota Komisi I DPRD Kepahiang terkesan untuk curhat kepada Komisi I karena kurangnya perhatian kepada pihaknya dari Pemkab Kepahiang, padahal pihaknya sendiri sudah ada di Kepahiang ini sejak 2 bulan lalu. Bentuk kurangnya perhatian pemkab ini seperti tidak adanya penyambutan yang berarti dilakukan Pemkab Kepahiang terhadap 12 orang dokter interensif yang bertugas di Kepahiang ini. Ketua Komisi I DPRD Kepahiang Edwar Samsi SIP MM menyampaikan jika pihaknya sangat prihatin dengan kondisi ini. Menurut dia, sudah seharusnya Pemkab memberikan layanan yang baik kepada para dokter yang terdiri dari lulusan Fakultas kedokteran ini. “Harusnya Pemkab bangga dengan adanya dokter yang membantu di Kepahiang ini, jangan-jangan Bupati belum mengetahui mengenai kedatangan para dokter ini,” ujar Edwar. Menurutnya, kedatangan para dokter yang difasilitasi IDI Kepahiang ini kepada pihaknya untuk menyampaikan adanya program dokter interensif dari Kemenkes pusat guna menunjang kesehatan di daerah khususnya di Kabupaten Kepahiang. “Seperti yang disampaikan IDI dalam hearing tadi, dokter interensif yang ditugaskan di Kepahiang ini sebanyak 12 orang yang merupakan tamatan dari beberapa Universitas di Yogyakarta,” ungkap Edwar. Dijelaskannya, dalam pelaksanaan hearing ada beberapa poin yang disampaikan oleh IDI. Selain salah satunya tidak adanya penyambutan dari Pemkab Kepahiang terkait kedatangan sebanyak 12 dokter interensif yang mulai bertugas di Kepahiang sejak 2 bulan lalu. Sehingga pihaknya pada Kamis mendatang akan melakukan pemanggilan kepada Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepahiang guna berkoordinasi lebih jauh lagi mengapa sampai terjadinya hal itu. “Dari penyampaian mereka tadi, baru sekitar 4 orang yang pernah bertemu dengan Kadinkes Kepahiang Subi Utama M.Kes. Dari sana kita bisa menilai artinya Dinkes sendiri kurang tanggap terhadap kedatangan 12 orang dokter itu, padahal selama ini Dinkes kerap mengeluhkan kekurangan tenaga kesehatan,” katanya. Dikatakannya, mengenai permasalahan keluhan dokter ini pihaknya mempertanyakan kinerja Dinkes Kepahaing saat ini karena bagaimanapun juga keberadaan dokter yang diperbantukan dikepahiang ini harusnya disyukuri bersama karena untuk kepentingan masyarakat luas sehingga patut diberikan suport dan minimal diperkenalkan ke masyarakat luas. “Yang namanya kesehatan itu bersentuhan langsung dengan masyarakat, kalau Dinkes saja tidak peduli dengan kesehatan bagaimana bisa menciptakan masyarakat yang sehat di Kepahiang ini,” tandas Edwar. (505)