Kuota Turun, Benteng Tolak Raskin

KARANG TINGGI, BE- Data penerima Raskin di Bengkulu Tengah tahun ini turun drastis. Dari 12.675 RTS (rumah tangga sasaran) penerima raskin pendataan tahun 2008 digunakan untuk tahun 2011, kini menjadi 5.084 RTS tahun 2012. Tak pelak, pengurangan RTS sangat drastis ini mendapat protes keras dari kades se Bengkulu Tengah. Walhasil, pertemuan BPS (Badan Pusat Statistik) Provinsi Bengkulu dan seluruh kades, deadlock. Kadespun mengancam tak akan menerima raskin jika data BPS itu dipaksakan. “Hampir 78% angka penerima raskin disunat BPS. Padahal adanya banyak warga yang membutuhkan raskin. Jika data itu dipaksakan bagaimana kami menjelaskan kepada warga yang selama ini pernah dapat (raskin). Jika demikian, bisa-bisa kami tolak saja raskin daripada menimbulkan gejolak,” kata Ispindi, Kades Pondok Kubang, kemarin usai pertemuan di aula Kantor Bupati. Ia mengaku terkejut ketika dipaparkan angka RTS di tiap desa turun drastis. Ia sebelumnya justru berharap ada penambahan jumlah penerima raskin. Jika tak ada penambahan, setidak-tidaknya sama dengan jumlah penerima raskin tahun sebelumnya. “Kami jelas belum bisa menerima data itu. Karena sangat merugikan. Ada keluarga yang benar-benar miskin tetapi tidak dapat, ” kata Ispindi. Kepala Bidang Statistik Provinsi Bengkulu, Timbul P Silitonga, didampingi Kepala BPS Bengkulu Tengah, Herliardo, usai pertemuan mengungkapkan bahwa perubahan angka penerima raskin di Bengkulu Tengah yang mencapai 60% persen merupakan hasil verifikasi tim BPS yang telah dilaksanakan selama dua bulan sebelumnya. Verifikasi itu sendiri sudah ada pemberitahuan dengan kades. “Kami memverifikasi calon penerima raskin. Namun ketika disurvei ke lapangan ada pencoretan nama. Dan muncullah jumlah 5.084. Verifikasi itu berdasarkan metode verifikasi yang berbeda dari tahun sebelumnya. Dimana ada 14 kriteria yang dikenakan. Dan verifikasi itu dilakukan 3000 petugas BPS yang disebar di seluruh desa,” kata Timbul. Ia mengatakan, metode verifikasi itu sendiri telah dilakukan petugas BPS dari rumah ke rumah (door to door) mengecek kondisi masyarakat yang layak menerima raskin. Dan setelah diperiksa satu per satu ternyata masyarakat yang benar-benar layak menerima raskin berjumlah 5.084. “Setelah dicek petugas ke lapangan dengan faktor kriteria tadi seperti kondisi rumah, lantai, dan aspek lainnnya, diperoleh angka riil penerima raskin yang layak, ada 5.084,” kata Timbul.

Sementara itu, Kabag Perekonomian, Mitrul Ajemi SSos menyatakan Pemkab Benteng sudah berupaya meloloskan kepentingan masyarakat itu dengan menyurati Menko Kesra agar diminta mengembalikan data ke kuota penerima raskin yang lama, yakni sebanyak, 12.792. Surat itu, lanjut Mitrul, dibalas Menkokesra dapat mengubah kuoata asalkan ada pendataan ulang dari BPS. “Kami menginstruksikan agar pembagian raskin jangan di SK-kan dulu, sebelum ada perubahan kuota. Itu sudah disampaikan Bupati Ferry Ramli dan didukung Plt Gub,” kata Mitrul meyakinkan. Mitrul menandaskan pemda tidak menolak raskin tetapi menolak kuota yang disampaikan BPS. “Karena data itu yang disampaikan BPS, data tahun 2011, sedang tahun 2012 ada 12.972, per Juli -Desember 2012,” katanya. (122)