Kuota Solar Ditambah 30 Persen

SOLAR
ist/Bengkulu Ekspress
NGANTUK: Satu unit mobil tangki Pertamina nomor polisi B 9116 SFU berkapasitas 16.000 liter menghantam tiga unit rumah warga di Dusun 2, Desa Bintunan, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Kamis (9/8) sekitar pukul 05.30 WIB. (Baca Halaman 10)

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Akhirnya PT Pertamina melakukan penambahaan kuota bahan bakar minyak (BBM) solar sebanyak 30 persen dari kuota saat ini. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bengkulu, H Ahyan Endu mengatakan, penambahaan kuota BBM ini dilakukan sejak dua hari lalu oleh PT Pertamina. Hal ini untuk mengatasi, atas terjadinya kelangkaan BBM jenis solar di setiap SPBU di Bengkulu.



“Kita sudah koordinasi dan penambahaan sudah dilakukan 30 persen dari kuota saat ini,” terang Ahyan kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (9/8)

Dijelaskannya, kelangkaan BBM solar itu sebenarnya tidak benar-benar terjadi. Masyarakat sudah terpancing isu atas adanya kelangkaan solar. Sehingga banyak masyarakat berduyun-duyun untuk memberli solar di SPBU. Efeknya, konsumsi BBM oleh masyarakat menjadi tinggi dan antrian pun terjadi di mana-mana. “Secara psikologis masyarakat itu sudah terpancing isu. Sebenarnya kelangan itu tidak ada,” tambahnya.

Hasil koordinasinya dengan pihak PT Pertamina, Ahyan mengatakan stok BBM itu masih sangat cukup. Jika saja masyarakat membeli dengan cara normal, maka antriaan itu tidak akan terjadi. “Ini seperti isu peremium dulu. Katanya langkah, pas belinya normal ternyata peremium itu tetap ada dan tidak langkah. Nah konsidi ini yang terjadi saat ini,” ujar Ahyan.

Meski telah melakukan penambahaan kuota solar, pemprov tetap akan menggelar rapat bersama PT Pertamina. Jika seharusnya dilakukan kemarin (9/8), maka rapat itu diundur dan akan dilakukan pada hari Senin (13/8) mendatang. Rapat itu tentu dilakukan, agar gejolak BBM di tengah-tengah masyarakat tidak kembali terjadi.

“Rapat tetap kita lakukan. Nanti jadwalnya senin. Mudah-mudahaan ada langkah yang tepat, sehingga masalah BBM ini tidak terus terjadi di Bengkulu,” tandasnya. (151)