Kuota Rumah Subsidi untuk Bengkulu Habis

perumahan
=DOK/Bengkulu Ekspress
Perumahan bersubsidi berkembang pesat di Kota Bengkulu.

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Bengkulu, Taman SE mengatakan, hingga Juni ini kuota rumah bersubsidi dari bank penyalur BTN sudah habis. Hal ini membuat depelover merasa dirugikan.

Pasalnya, rumah sudah dibangun, tetapi
penjualannya menjadi terhambat lantaran kuota yang tidak ada lagi. Lantaran, tahun ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengumumkan kuota penyaluran dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Bank Tabungan Negara (BTN) tahun ini habis.

“Padahal masih ada ribuan masyarakat di Bengkulu, yang siap melakukan akad jual beli Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Kuota rumah subsidi sudah habis, kemungkinan jika kuota tidak sampai 7 persen maka akan disalurkan kepada bank yang penyaluran yang masih memiliki kuota,” kata Taman, usai musyawarah Daerah DPD REI Bengkulu, di Garage Hotel Bengkulu, Senin (24/6).

Taman Berharap, REI Pusat agar melakukan negosiasi dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Keuangan untuk menambah kuota rumah subsidi dari BTN. Sehingga penjualan rumah subsidi di Bengkulu bisa berjalan dengan normal lagi.

“Untuk saat ini, pengembang akan menyalurkan melalui bank lain, yakni BNI atau BRI karena kuota dua Bank ini
masih ada,” ungkap Taman.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) REI, Totok Lusida mengatakan, jumlah antrean untuk realisasi KPR subsidi di Bank BTN sudah terpenuhi, karena sudah mencapai 50 ribu unit. Dengan begitu sisa anggaran yang tersedia juga sudah habis

“Tidak hanya Bengkulu, hampir seluruh wilayah terkena dampak defisit kuota KPR dari BTN, dampaknya pengembang yang merasakannya,”
kata Totok.

Kuota KPR bersubsidi hingga saat ini, lanjut Totok masih belum dapat dipastikan. Pasalnya, penambahannya harus dilakukan dengan mekanisme APBN Perubahan dan pemerintah tidak memiliki rencana tersebut. (HBN)