Kuota Penuh, Para Penjahit Masker Datangi Dinkes Kota Bengkulu

FOTO IST – Para penjahit di Kota Bengkulu mengajukan protes ke Dinas Kesehatan Kota karena tak terdaftar dalam pembuatan 20 ribu masker, Selasa (28/4).

BENGKULU, bengkukuekspress.com – Beberapa penjahit lokal yang terdiri dari kaum ibu-ibu mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. Pasalnya, mereka mengajukan protes kepada dinkes karena tak ada pemberitahuan jika kuota pemenuhan 20 ribu masker sudah tercukupi. Beberapa dari mereka mengaku sudah melengkapi berkas dan membeli bahan katun untuk pembuatan masker.

“Kami sudah beli bahan katun karena sudah dijanjikan. Kami disuruh mendaftar ke JPKP, tapi Kepala Dinkes ngomong tidak ada kerja sama dengan JPKP. Ini kan tidak ada kejelasan. Kalo benar tidak ada kerjasama ya usir lah orang itu. Kenapa dia ada di Dinkes ini dan disuruh daftar kesitu,” ucap salah seorang penjahit, Emi, Selasa (28/4).

Mereka merasa keberatan karena hampir sebanyak 100 orang penjahit tak bisa terakomodir walaupun sebagian sudah membeli bahan katun. Rasa kecewa juga di ungkapkan para penjahit ini ke pihak Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) yang mengaku sudah memiliki kerjasama dengan Dinas Kesehatan sebagai penghimpun pembuat masker.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Susilawati menjelaskan pihaknya tak punya kerjasama khusus dengan JPKP untuk penghimpun para penjahit. Ia juga mengaku memiliki panitia khusus tempat para penjahit mendaftar.

“Kemarin memang kita bertemu dengan pihak JPKP, namun perekrutan para penjahit kita tidak pernah melibatkan pihak lain. Kita bekerjasama dengan JPKP untuk membagikan masker ke pasar-pasar para pedagang dan meminta mereka untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa diperlukan penjahit masker sebanyak 20 ribu buah,” ucapnya.

Susilawati tak bisa berbuat banyak terkait para penjahit yang terlanjur membeli bahan dan tak bisa terakomodir. Namun pihaknya bakal melihat terlebih dahulu progres 20 ribu masker tersebut, apabila masih kurang pihaknya akan menampung produksi masker dari para penjahit yang telah terlanjur membeli bahan tersebut. (Imn)