Kuota Bansos Bengkulu Melebihi Penduduk Miskin


Ary/BE
Gubernur Bengkulu saat membuka rakor program Bansos tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2021 di rumah dinas Bupati Rejang Lebong, Rabu (17/3) siang.

 

CURUP,bengkuluekspress.com– Gubernur Bengkulu, Dr drh H Rohidin Mersyah MMA menyebutkan kuota Bansos yang diterima Provinsi Bengkulu sudah melebihi dari jumlah penduduk miskin di Bengkulu. Dimana menurutnya jumlah penduduk miskin di Provinsi Bengkulu sendiri sekitar 300 ribu orang.
“Dengan melihat kuota Bansos dan jumlah penduduk miskin kita, maka seharusnya tidak ada lagi masyarakat kita yang tidak menerima bantuan,” terang Rohidin usai membuka Rakor Program Bansos tingkat Provinsi Bengkulu tahun 2021 di Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Rabu (17/3) siang.

Dijelaskan Gubernur, berdasarkan data yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu, jumlah bantuan sosial di Provinsi Bengkulu sendiri saat ini sekitar 350 ribu bahkan menurunya sempat mencapai 380 ribu. Dengan jumlah tersebut maka menurutnya seharusnya seluruh masyarakat miskin di Provinsi Bengkulu sudah mendapatkan sumua bantuan karena jumlah masyarakat miskin di Bengkulu sebanyak 15 persen dari jumlah penduduk Bengkulu sebanyak 2 juta jiwa atau sekitar 300 ribu orang.Belum lagi menurut Gubenur, bila Bansos ini dibagi yang sudah mendapat Bansos satu tidak boleh mendapat bansos lagi, maka menurutnya penerima Bansos di Provinsi Bengkulu bisa mencapai 30 persen dari jumlah penduduk.
“Namun fakta dilapangan, kita masih banyak menemukan masyarakat kita yang seharusnya layak mendapatkan Bansos, namun kenyataannya mereka belum mendapatkannya,” tambah Rohidin.

Dengan melihat fakta dilapangan tersebut, maka menurut Rohidin salah satu permasalahannya adalah didata penerima bantuan itu sendiri. Oleh karena itu agar Bansos di Bengkulu benar-benar tepat sasaran dan seluruh masyarakat yang layak mandapat Bansos bisa menerima. Maka Pemerintah Provinsi Bengkulu akan meminta aparatur pemerintahan desa dan kelurahan dibantu oleh TKSK dari setiap kecamatannya untuk melakukan verifikasi dan validasi ulang data penerima Bansos di Provinsi Bengkulu.
“Bila nanti datanya benar-benar sudah valid, maka tidak ada lagi masyarakat kita yang sarusnya layak mendapat bantuan ternyata tidak mendapat bantuan,” demikian Rohidin.

Sementara itu, Bupati Rejang Lebong Drs Syamsul Effendi MM menyampaikan terima kasihnya kepada Gubernur Bengkulu dan Pemerintah Provinsi Bengkulu yang mempercayakan Kabupaten Rejang Lebong sebagai tuan rumah Rakor tahunan Bansos tingkat Provinsi Bengkulu tersebut.
Senada dengan yang disampai Gubernur Bengkulu, Bupati Rejang Lebong juga meminta dinas terkait yang ada di Kabupaten Rejang Lebong untuk melakukan pendataan ulang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Baksos di KabupateN Rejang Lebong.
“Apa yang disampaikan pak gubernur ini tentunya sangat positif, kedepan kita bersama pihak terkait akan melakukan pendataan ulang penerima Bansos di Kabupaten Rejang Lebong ini,” sampai Syamsul.

Terkait dengan data Bansos di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, menurut Syamsul ditahun 2018, sendiri data penerima Bansos di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 21 ribu KPM, namun setelah dilakukan verifikasi dan validasi saat ini sudah turun menjadi 17.650 KPM.(251)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*