Kunjungi Lembak, Plt Gubernur Berikan Santunan

SANTUNAN : Plt Gubernur Bengkulu bersama Wakil Bupati Rejang Lebong serta jajaran pejabat Pemprov Bengkulu berkunjung ke rumah duka Cik Udan di Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang kemarin.

CURUP, BE – Bentrok antara polisi dan warga yang terjadi di Kecamatan Binduriang Minggu (17/6) lalu akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemprov Bengkulu. Sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, Plt Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah dan beberapa pejabat Pemprov Bengkulu melakukan kunjungan ke rumah duka Cik Udan (alm) korban tewas, di Desa Kampung Jeruk. Sebelumnya, Plt Gubernur Junaidi juga menyempatkan diri untuk mengadakan pertemuan dengan Bupati Rejang Lebong H Suherman SE MM dan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) di rumah dinas bupati Rejang Lebong untuk membahas langkah penanganan keamanan di wilayah Lembak paska tragedi bentrok. Hadir dalam pertemuan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut antara lain, Bupati Rejang Lebong, Wakil Bupati RL, Ketua DPRD RL, Kapolres RL, Dandim 0409 RL, Danyon 144 JY RL, Kajari Curup, Kepala Pengadilan Negeri Curup, Karo Pemprov dan seluruh Kepala SKPD di bawah naungan Pemkab RL serta Kades Palak Curup, Kades Kampung Jeruk dan tokoh masyarakat Binduriang. Dalam pertemuan itu, Plt Gubernur mengatakan, dirinya meminta maaf karena baru bisa menyempatkan diri untuk melakukan pertemuan sekaligus membesuk keluarga korban di wilayah Lembak, karena padatnya agenda pertemuan yang telah dijadwalkan sebelumnya. “Saya selaku Plt Gubernur Bengkulu meminta maaf karena baru bisa hadir sekarang untuk melakukan pertemuan. Selain jadwal yang padat juga ada beberapa agenda yang harus diselesaikan seperti penyelesaian sengketa batas wilayah antara Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Lebong yang dijadwalkan Senin dan Selasa kemarin,” ujar Junaidi.

Dalam kesempatan itu juga, Junaidi mengatakan bahwa masyarakat RL, khususnya masyarakat Lembak agar memaklumi kecilnya PAD yang ada di daerah Bengkulu, termasuk Rejang Lebong. Sehingga, terkesan porsi pembangunan di wilayah Lembak kecil, padahal tidak. “Jika permasalahannya adalah porsi pembangunan saya kira kita semua harus memaklumi karena PAD yang didapatkan juga terbilang kecil,” kata Junaidi. Junaidi juga sangat menyayangkan terjadinya bentrok antara warga dan polisi beberapa waktu lalu. Namun karena kejadian itu sudah terjadi, Junaidi menyatakan yang paling penting adalah bagaimana cara untuk melakukan perbaikan keamanan di wilayah Lembak, khususnya Kecamatan Binduriang. “Kalau tindak kejahatan terus terjadi, takutnya ada orang luar yang akan memanfaatkan situasi tersebut. Jadi terkesan seolah-olah pelaku kejahatan berasal dari wilayah Lembak. Padahal tidak,” tegas junaidi. Untuk itu, Junaidi meminta agar dilaksanakan acara perdamaian secara adat, paling tidak tepung setawar antara polisi dan warga setempat. Khususnya warga yang jadi korban akibat bentrok tersebut. “Kalau belum dilaksanakan, kesannya polisi belum bisa diterima di wilayah Lembak. Termasuk mengaktifklan kembali forum kepolisian masyarakat yang sebelumnya pernah dibentuk,” kata Junaidi.

Selain itu, ia juga meminta agar pembuatan posko keamanan yang berada di sepanjang jalan lintas tersebut tidak diadakan berlarut-larut. Apalagi sampai meminta dana kepada penggunan jalan. “Pembuatan posko keamanan di pinggir jalan lintas itu bagus, tetapi jangan selamanya posko itu berdiri, apalagi sampai meminta dana kepada pengguna jalan yang melintas di jalan itu,” saran Junaidi. Lanjutnya, ke depan putra daerah Lembak diprioritaskan dalam penerimaan siswa Akademi Kepolisian dan TNI. Supaya putra daerah bisa ikut menjaga stabilitas keamanan di daerah tersebut. “Untuk menyelesaikan masalah trauma warga akibat tragedi bentrok, saya minta agar aparatur dalam penyampaian bahasa saat melakukan kunjungan ke masyarakat menggunakan bahasa yang menyentuh. Jangan dengan bahasa yang bisa menyinggung perasaan masyarakat. Lakukan pendekatan secara mendalam,” kata Junaidi. Bupati Rejang Lebong. H Suherman SE MM saat pertemuan mengatakan bahwa porsi pembangunan yang diberikan di wilayah Lembak saat ini sangatlah besar. Pembangunan yang dilakukan terdiri dari 2 jenis, yaitu fisik dan non fisik. “Untuk non fisik, pemda selalu menggelar acara keagamaan di wilayah Lembak. Sedangkan untuk pembangunan fisik, Pemkab RL tahun ini sangatlah memprioritaskan pembangunani infrastruktur di wilayah tersebut,” ujar Herman. Ia mencontohkan, pembangunan 7 kantor camat di wilayah Lembak sudah diselesaikan semua, sementara di wilayah Curup masih ada 2 kecamatan yang pembangunannya belum selesai. “Seluruh kantor camat yang berada di wilayah Lembak sudah selesai pembangunan nya. Di wilayah Curup masih dua kantor lagi. Jadi daerah sana termasuk dalam prioritas pembangunan,” kata Bupati. Sementara itu, Kepala Desa Kepala Curup Wardani mengatakan, hingga wilayah Lembak khususnya Kecamatan Binduriang terbilang aman. Namun masih rentan akibat bentrok yang terjadi antar polisi dan warga beberapa waktu lalu. “Kondisi memang aman disana, tetapi masih sangat rentan. Sebab warga masih mengalami trauma yang besar akibat tragedy itu,” ujar Wardani. Untuk itu, dirinya mewakili masyarakat meminta penjelasan dari aparatur kepolisian kenapa razia motor yang dilakukan dengan cara sweeping dari rumah ke rumah warga itu bisa terjadi. Jangan sampai ada salah paham lain lagi yang timbul di masyarakat Lembak.“Kami minta penjelasannya kepada Kapolres RL kenapa itu bisa terjadi,” ujarnya.

Usai mengadakan pertemuan Singkat Plt Gubernur Bengkulu beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Binduriang untuk membesuk keluarga korban, Cik Udan, warga Desa Kampung Jeruk Kecamatan Binduriang, yang meninggal akibat mengalami luka tembak di dada kanan saat insiden bentrok di Kecamatan Binduriang. Dirumah Duka, Plt Gubernur Bengkulu memberikan bantuan pribadi secara langsung kepada Hajar, orang tua Cik Udan. Sekaligus memberikan bantuan kepada 5 orang warga yang mengalami luka. 2 diantaranya masih dirawat secara intensif di RS Dr Sabirin Lubuklinggau dan 3 orang lainnya sudah dirawat di rumah masing-masing. “Saya belum puas jika belum sampai ke rumah duka dan bertemu langsung dengan keluarga korban. Saya minta keluarga sabar menjalani musibah yang telah terjadi,” kata Plt Gubernur.(999)