Kunci Jawaban UN SD Salah!

MM dan BI Dikoreksi Ulang

Ketua UN Provinsi Bengkulu, Drs. Budiyanta saat memberikan informasi tentang penscoringan ulang LJK kepada Kepala SD IT Iqra 1BENGKULU, BE – Untuk pertama kalinya dalam sejarah pendidikan di Provinsi Bengkulu seluruh nilai UN SD/MI akan dikoreksi ulang. Hal ini dikarenakan kunci jawaban UN khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia (BI) dan Matematika (MM) salah.
Ketidaktelitian ini diketahui setelah panitia melakukan telaah ulang soal yang dilakukan oleh guru penyusun soal tersebut. Penindaian ulang tersebut mulai dilakukan tadi malam oleh tim komputerisasi Dispendik Provinsi Bengkulu.
Ditemui BE, Ketua UN Provinsi Bengkulu, Drs Budiyanta mengatakan, pihaknya telah melakukan koreksi ulang 3 mata pelajaran yang di-UN-kan. Dari ketiga soal tersebut, terjadi kesalahan kunci jawaban pada 5 soal pada mata pelajaran Matematika dan 2 soal Bahasa Indonesia. Akibatnya, pihaknya terpaksa melakukan scoring ulang Lembar Jawaban Komputer (LJK) peserta ujian sebanyak 33.835 SD dan 1.521 MI se-Provinsi Bengkulu.
“Kebetulan soal yang kita telaah ulang itu, sama dengan komplain yang kita terima dari SD IT Iqra 1 Bengkulu,” ungkapnya.
Dengan ditemukannya kesalahan itu, maka Daftar Kolektif Nilai Ujian Nasional (DAKOLNUN) yang telah diserahkan ke Kabupaten/Kota dinyatakan batal. Pembatalan ini secara resmi akan dikirimkan langsung oleh panitia ke seluruh Dispendik Kabupaten/Kota. Dan sebagai gantinya, Dispendik akan segera mengirimkan DAKOLNUN terbaru dalam waktu dekat ini.
“Sebagai konsekwensi kesalahan, kita akan mengirimkan tim keseluruh kabupaten/kota untuk menyerahkan DAKOLNUN terbaru,” terangnya.
Di sisi lain, terkait dengan perubahan ini diakui Budi tidak akan merugikan siswa. Namun sebaliknya siswa akan diuntungkan, karena akan ada perubahan nilai bagi siswa yang menjawab seluruh soal ujian itu. “Secara rata-rata tidak terpengaruh, tapi secara individu siswa akan diuntungkan dengan perubahan nilai kalau dia menjawab dengan benar,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala SD IT Iqra 1, Sutrisno SPd sangat mengapresiasi atas keterbukaan Dispendik Provinsi Bengkulu yang mau melakukan klarifikasi soal ujian. Bahkan Kadispendik Provinsi, Dr. H Syafruddin AB SE MSc mengatakan kepadanya sangat menyambut baik dengan keberatan hasil scoring yang telah dilakukan Dispendik beberapa waktu lalu. “Kami dari pihak sekolah mengucapkan terima kasih dan kita tunggu saja hasil scoring ulang itu,” ungkapnya.
Dengan koreksi ini maka dipastikan akan ada perubahan nilai khususnya bagi pada mata pelajaran matematika. Sebab, dari koreksi manualnya, akan ada 26 siswanya yang mendapatkan nilai 10. Peningkatan ini, menguntungkan karena sebelumnya, siswa yang diprediksi mendapatkan nilai 10 hanya memperoleh angka 8.00. Hal itulah yang melatarbelakangi pihaknya mengirimkan surat komplain terkait hasil scoring itu.

Percayakan pada Sekolah
Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Provinsi Bengkulu, Drs. Herman Zawawi mengatakan kesalahan ini mungkin terjadi dari tim penulis dan editor soal UN yang sistem kerjanya tidak berjalan dengan baik. Kemudian juga faktor paling fatal pada operator komputer karena tidak mau bekerjasama dengan pemeriksaan manual sebelum difinalisasi hasilnya.
“Ke depan sebaiknya percayakan saja ke sekolah peserta UN yang memeriksanya. Hilangkan arogansi dan ketidakpercayaan pada guru. Jangan selalu beranggapan guru akan curang karena pengambilan kebijakan sendiri harus dimulai dengan mempercayai guru,” terangnya. (128)