KTM Pintar untuk Mahasiswa Unib

BENGKULU, BE – Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unib, Eko Saputra dan Yusup Kurniawan yang baru terpilih melakukan gebrakan.  Mereka akan memanfaatkan secara maksimal Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang dimiliki semua mahasiswa Universitas Bengkulu (Unib).

“Kita akan memanfaatkan KTM yang dimiliki mahasiswa.  Saat ini KTM hanya digunakan untuk identitas dan sebagai jaminan dalam meminjam barang/gedung yang berada dalam kampus,” kata Yusup Kurniawan.

Gebrakan yang akan mereka lakukan adalah bekerjasama dengan pihak-pihak yang selama ini banyak dikunjungi mahasiswa saat berbelanja seperti Gramedia dan Extra.  Menurut Kurniawan, nantinya KTM akan digunakan saat mahasiswa akan mendapatkan diskon jika menunjukkan KTM yang ia miliki.

Pasangan Eko Saputra dan Yusup Kurniawan terpilih menjadi Presiden dan wakil Presiden BEM Unib setelah KPU Unib melakukan pleno, kemarin siang. Pasangan nomor urut 3 ini unggul 46% dari ketiga pasangan lainnya pada pemilihan yang dilakukan pada tanggal 27 Desember lalu.

Dan Pleno dilakukan kemarin sesuai dengan jadwal yang ditetapkan KPU bahwa dalam dua hari setelah pemilihan akan diadakan unjuk publik, untuk menampung aspirasi dari semua calon jika terjadi kecurangan atau ada pihak yang keberatan dalam pemilihan tersebut. Namun hingga batas waktu yang diberikan tidak ada laporan kecurangan ataupun keberatan dari semua calon sehingga mereka ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kawan-kawan mahasiswa dalam mengemban jabatan ini,” ungkap Kurniawan.
Menurut Kurniawan, langkah pertama yang kan mereka lakukan adalah merealisasikan semua janji-janji yang mereka sampaikan saat kampanye. Dan yang menjadi target utama mereka selain realisasi KTM pintar mereka akan melakukan pertemuan antar organisasi kemahasiswaan (Ormawa) yang berada dalam lingkup Unib.  “Kita akan melakukan pertemuan atau kumpul dengan Ormawa setiap tiga bulan sekali,”  tambahnya.

Selain itu mereka juga akan lebih mengaktifkan BEM di dalam kampus karena mereka memandang saat ini BEM cenderung lebih aktif di luar kampus.  Dan dalam penyusunan kabinet nantinya, mereka akan memilih anggota yang peka terhadap kampus.  Dan tidak menutup kemungkinan mereka akan merangkul lawan mereka saat pemilihan sebelumnya. (cw2)