KSM Dorong Generasi Ilmuan dan Taat Agama

1. Endang/Bengkulu Ekspress
Pemukulan dol, tanda KSM dibuka oleh Plt Gubernur Bengkulu Dr Rohidin Mersyah, didampingi Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA, Direktur KSKK Madrasah Dr HA Umar, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Bengkulu Drs H Bustasar MS MPd, kemarin (25/9).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pembukaan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2018, dibuka di Gedung Gunung Bungkuk, STQ Bengkulu, kemarin (25/9). Acara tersebut dihadiri kontingen dari 34 provinsi se-Indonesia. Sayangnya, Menteri Agama Saifuddin, berhalangan hadir dalam acara tersebut. Meski begitu, acara tetap memukau tamu undangan yang hadir. Event akabr ini diharapkan menjadi wadah integrasi sains dan ilmu agama Islam.

Menag Lukman Hami Saifuddin meminta maaf atas ketidak hadiranya melalui video. “Saya berharap KSM dapat berlangsung lanacar dan sukses, saya sedih tak bisa hadir langsung, karena sedang tidak berada di tanah air”
ungkap menag lewat video.

Dikatakan menag, KSM ajang penemuan minat dan bakat siswa madrasah. Siswa tidak hanya mampu menunjukkan sains juga belajar dan bangun silahturahim.  “Melalui kompetisi ini, saya berpesan dan berharap KSM dapat mendorong generasi yang ilmuan, menguasai IPTEK. Saya minta pada peserta memanfaatkan betul ajang ini senantiasa mampu meningkatkan prestasi bidang sains dan teknologi,” kata menag.

Sambutan juga dibacakan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin MA. Dia menuturkan, ada dua alasan fundamental kenapa madrasah diminati masyarakat. Pertama DNA Indonesia sebagai negara religius menjadikan agama sebagai identitas. Kedua, Indonesia memiliki lembaga madrasah dan satu satunya madrasah di dunia yang paling modern ” Iinsyaalah madrasah di Indonesia menjadi hebat dan bermartabat,”.

Lebih lanjut dikatakanya, madrasah lembaga, institusi yang membanggakan, madrasah tak hanya mendapat ilmu dunia, tapi kita pun belajar memahami Sang Maha Ilmu. Belajar di madrasah InsyaAllah mengarahkan kita untuk menjadi hebat dan bermartabat.

Peserta yang ikut dalam KSM ini siswa terbaik yang datang di Kota Bengkulu, untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Ada yang berkompetisi dalam sains madrasah dan ada pula yang beradu hasil penelitian dan siap memberikan prestasi terbaik bagi bangsa.

Ditengah derasnya arus informasi media sosial yang dahsyat. Jangan mudah terprovokasi, carilah informasi dan pengetahuan dari sumber terpercaya.Jangan lupa berpegang teguh pada Qur’an dan hadis untuk menuntun tujuan hidup sejati.

“Kami generasi old (lama) bangga dengan kalian yang disebut generasi milenial. Pada kalian kami menumpukan sejuta harapan, kalian siswa madrasah yang selalu berzikir, tetapi juga pandai berpikir dan taat agam serta cinta pada negara. Jadilah pemuda yang berakhlak mulia yang cinta tanah air dan tetap meneladani empat sifat rasul, yang sidik, amanah, fatonah dan tablik,”.

Dikesempatan sama, Pelaksan tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr Rohidin Mersyah, sangat mengapresiasi digelarnya KSM. Ia menilai kompetisi ini sangat strategis, bermanfaat, lomba yang mengintegrasi ilmu sains dan Islam dalam rangka mewujudkan madrasah yang bermartabat.”Ucapan terima kasih pada menteri agama yang telah mempercayakan Provinsi Bengkulu sebagai tuan rumah,” ucap Rohidin.

Rohidin menambahkan, “Madrasah membuat masyarakat menaruh hati pada lembaga berbasis islam, dibuktikan menyekolahkan anaknya dari Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsnawiyah, Madrasah Aliyah hingga Perguruan tinggi,ini menguatkan bahwa perubahan ilmu pengetahuan tidak lepas dari Islam.



Rohidin berpesan, gunakan momentum dengan sportif, selamat datang siswa madrasah di bumi Rafflesia. Semua adalah juara, anak terhebat dari provinsinya. KSM mencetak ilmuwan emas dan generasi hebat masa datang
. Membawa perubahan peradaban berbasis Islam yang baik,dan Islam mempersatukan negara kesatuan.

“Piala dan sertifikat penting tapi bukan utama, jadilah juara yang sesungguhnya tampil dengan kemampuan terbaik, tidak sombong dan tidak mudah berpuas diri. Bagi yang belum menang jangan putus asa, laksanakan proses penjurian secara objektif agar betul betul menjadi pemenang,” imbuhnya.

Ketua Panitia yang juga Direktur KSKK Madrasah Dr H A Umar, MA melaporkan KSM nasional tahun 2018, gelaran ke 7, disertai kegiatan lomba karya tulis ilmiah dan ekspo. Pelaksanaan KSM rangkaianya sudah diselenggarakan sejak 3 bulan lalu, sedikitnya ada ribuan siswa dari MI hingga Aliyah berkompetisi menuju madrasah riset, hingga akhirnya melahirkan 542 siswa unggul dan duta dari daerahnya. “Siswa/siswi terbaik se-Indonesia bukan hanya membawa nama baik provinsi mereka adalah generasi muslim Indonesia. Anak muda muslim yang meresap firman Allah,” imbuhnya.

Tujuan KSM meningkatkan mutu pembelajaran sains madrasah kompetitif, pentingnya integrasi sains pembelajaran, dan selama ini integrasi terus menurun, maka integrasi keislaman mewujudkan madrasah hebat bermartabat. Pada kompetisi ini soal yang dilombakan terintegrasi dan bersumber dari ayat Alquran, agar siswa mengkaji keislaman dengan sains dan terintegrasi. “Kedepan generasi ini kejayaan ilmuwan dan cendekia yg memahami sains dan teknologi yang memadai,” imbuhnya.

Selain KSM dan MYRES serta ekspo, pelaksanaan KSM di Bengkulu juga digelar talkshow ameran asil riset, seminar strategi pendampingan siswa berprestasi untuk menembus internasional, rembuq madrasah bagi kabid dan kasi Pendidikan Madrasah.

Sebagai apresiasi, Menteri Agama telah mengalokasikan anggaran bagi para pemenang, setiap anak yang hadir akan mendapat beasiswa berprestasi,dan bagi siswa yang menang dalam kompetisi akan ditambah bonus.Pantauan Bengkulu Ekspress dilapangan, prosesi seremoni pembukaan berlangsung meriah dan sukses, Plt Gubernur dan Dijen Pendis disambut dengan tim drumband, kemudian dikalungkan selempang selamat datang oleh Duta Putera Indonesia. Kemudian tari sekapur sirih, nasid Alpa Voice dari MAN 2 Kediri Jawa Timur.

Menariknya selain disajikan berbagai tarian daerah, pembacaan ayat suci Alquran oleh Novita Sari, siswi kelas XII MA Baitul Makmur, Rejang Lebong. Qariah tunanetra ini memiliki suara yang merdu hingga membuat suasana hening. Penampilan memukau juga disajikan pada pagelaran drama dengan tema “Kenapa Madrasah” yang dibawakan siswa/siswi madrasah Bengkulu. Pagelaran drama mendapat tepuk tangan meriah dari Plt Gubernur Bengkulu, Dirjen pendis dan tamu undangan yang hadir. (247)