Krisdayanti Gabung Hanura

 

Krisdayanti. FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos/JPNN
JAKARTA – Partai Hanura terus berkomunikasi intens dengan sejumlah artis dalam menghadapi Pemilu 2014. Salah seorang artis yang sudah bergabung adalah diva pop Krisdayanti.

Ketua DPP Partai Hanura Saleh Husin mengatakan, istri pengusaha Timor Leste Raul Lemos itu bergabung awal Januari 2013. “Iya, baru bergabungnya,” ujar Saleh saat dihubungi, Kamis (24/1).

Kepastian bergabungnya artis yang baru saja melahirkan pada pertengahan Desember 2012 tersebut didapat saat sejumlah politikus perempuan Partai Hanura yang tergabung dalam Srikandi Hanura mendatangi kediaman Krisdayanti. Saat itu pulalah, mantan istri penyanyi Anang Hermansyah tersebut sekaligus mendapat kartu tanda anggota. “Memang banyak artis yang bergabung di Hanura, tapi kami tidak pernah membeda-bedakannya,” imbuh Saleh.

Masuknya Krisdayanti ke Hanura praktis menambah daftar selebriti yang memutuskan masuk ke partai besutan Wiranto itu. Sebelumnya, ada nama Gusti Randa, Iis Sugianto, Reny Djayusman, dan beberapa nama lainnya.

Meski telah resmi bergabung, Krisdayanti belum pasti masuk dalam daftar caleg untuk pemilu nanti. Menurut Saleh, kepastian tentang hal tersebut masih menunggu perkembangan selanjutnya. “Kita lihat nanti,” ungkap sekretaris Fraksi Partai Hanura tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Hanura Wiranto kemarin menerima kunjungan Dubes Singapura Anil Kumar Nayar di kantor DPP. Wiranto menyatakan pentingnya penguatan kerja sama antara RI-Singapura. Sebab, masing-masing negara punya keunggulan berbeda. RI kaya dengan sumber daya alam, sedangkan Singapura kaya dengan teknologi dan pasar yang besar. “Potensi berbeda itu dapat disinergikan dengan baik. Ini untuk kepentingan keduanya, bukan justru menjadi ajang persaingan,” kata Wiranto yang didampingi Sekjen Dossy Iskandar.

Dubes Anil mengatakan bahwa Singapura sangat menaruh harapan yang besar terhadap stabilitas”keamanan, politik, maupun perekonomian RI. Alasannya, kata Anil, jika Indonesia bergolak, Singapura akan terkena dampaknya.

Anil pun memuji kiprah Wiranto saat RI menjalani proses reformasi 1998. Anil yang saat itu menjabat sekretaris pertama Kedubes Singapura di Jakarta menjadi saksi langsung suasana Jakarta. Dia mengatakan, sekalipun kondisi RI bergolak, Wiranto selaku Menhankam/Pangab saat itu mampu membawa era reformasi berjalan mulus. “Ini menjadi catatan khusus bagi Singapura karena kami menginginkan Indonesia yang stabil,” katanya. (dyn/c6/agm)