KRI Yos Sudarso Sandar di Pulau Baai

KAMPUNG MELAYU, BE – Kapal Perang KRI Yos Sudarso 353, kemarin sekitar pukul 10.00 WIB, bersandar di dermaga pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. Kehadiran KRI Yos Sudarso beserta awaknya ini, selain melakukan rutinitas pengawasan pengamanan perbatasan di kawasan pulau terluar, juga untuk mengisi kebutuhan air tawar yang sedang kosong. “Ini baru pertamakali KRI Yos Sudarso bersandar di Bengkulu, karena tahun sebelumnya sempat akan bersandar tapi terjadi pendangkalan. Selama bersandar, kapal ini akan mengisi kebutuhan air tawar sebanyak 100 ton untuk kebutuhan beberapa hari ke depan,” ungkap Komandan Angkatan Laut Kolonel (P) Kisdiyanto diamini Kepala Departemen Operasi KRI Yos Sudarso, Kapten (P) I Komang Nurhadi.KRI Yos Sudarso adalah kapal perang jenis frigate (perusak kapal berpeluru kendali surface to surface dan surface to air), diluncurkan pada tanggal 19 Juni tahun 1963 silam. Kapal perang angkatan laut kerajaan Belanda ini memiliki panjang 113,45m, dengan lebar 12,5m dan kecepatan 22,5knot. Kini, KRI Yos Sudarso sudah di permodern dengan sistem persenjataan, sistem komunikasi serta peralatan elektronika yang canggih, seperti otomelara 76mm, sinbdan mistral, 2 peluncur torpedo serta dilengkapi helikopter. Fasilitas kapal ini sangat mewah selain terdapat ruang makan, hiburan seperti musik, tempat karoke, juga difasilitasi alat olahraga, dan merupakan ruang ber AC, dan kabin-kabin setiap ABK. Setiap satu kali operasi, KRI yos Sudarso bisa menghabiskan Bahan Bakar jenis Solar sebanyak 30-60 ton/harinya, atau rata-rata perharinya mencapai 30 ton. Meski menjalani sebagai tugas negara, namun BBM KRI Yos Sudarso dihargai dengan harga BBM Industri. Sekali pengisian ulang mencapai 550 ton solar, dan biasanya diisi di kota besar seperti Sibolga, Jakarta dan Padang.
Masih menurut Kisdiyanto, bersandarnya KRI Yos Sudarso terkait dengan operasi Arung Pari sebagai kegiatan rutinitas tahunan. Arung Pari itu dilakukan setiap triwulan sekali dalam empat kali setahun. Operasi itu selain untuk mengetahui keamanan di kawasan perbatasan juga menjaga kesetabilan lalu lintas dan mengecek wilayah perbatasan dengan cara mengunjungi pos-pos angkatan laut di kawasan angkatan laut maritim barat (Armabar), sedikitnya ada sekitar 10 pos Al yang harus ditinjau.
Dengan bersandarnya KRI itu, maka sebanyak 156 Anak Buah Kapal dipersiapkan untuk refreshing serta olahraga, dan dipersilakan warga Bengkulu untuk bisa mengunjungi dan berwisata di kapal perang ini. Kunjungan dibuka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, dibuka mulai hari ini selama 2 hari ke depan. (247)