KPU Kebut Lipat Surat Suara

1BENTENG, BE – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak Gubernur dan Wakil Gubernur tinggal menyisakan waktu 6 hari lagi. Atas kondisi ini Komisi Pemilihan Umum mengebut pelipatan surat suara agar selesai tepat waktu, sehingga tidak terhambat saat pendistribusiannya nanti. KPUD pun berinisiatif merekrut sebanyak 6 orang warga untuk membantu staf KPU menyelesaikan pelipatan surat suara tersebut.

“Surat suara untuk Kabupaten Benteng ini sudah tiba di KPUD Selasa (1/12) malam. Untuk itu, sebanyak 25 orang kita kerahkan untuk mempercepat proses pelipatan surat suara. Bahkan, 6 orang diantaranya adalah warga luar yang sengaja kami rekrut untuk membantu,” terang Komisioner KPUD Benteng Divisi Logistik dan Anggaran, Dodi Herwansyah SPd MM, ditemui BE, kemarin (2/12).

Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Jakarta ini menambahkan, untuk pilkada serentak tahun 2015 ini, KPUD telah menerima sebanyak 80.908 surat suara yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Benteng. Melihat jumlah surat suara yang tak sedikit ini, merupakan hal wajar jika KPUD meminta bantuan warga luar dalam pelipatannya.

“Mereka kita beri upah sebesar Rp 100 per lembar surat suara. Nilai itu dianggap wajar mengingat bahwa proses pelipatan surat suara pada pilkada tahun ini memang tak terlalu rumit sebab hanya berisikan 2 pasangan calon (paslon),” tambahnya.

Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, lanjut Dodi, persiapan distibusi logistik dituntaskan pada 4-5 Desember. Sebab itu, selain meminta bantuan warga yang berasal dari desa setempat, KPU sebelumnya telah mengerahkan sejumlah anggota KPUD Benteng untuk bekerja secara maksimal.

“Kita targetkan pada tanggal 4-5 Desember surat suara serta seluruh kelengkapan TPS (logistik,red) sudah masuk kedalam kotak suara dalam keadaan tersegel,” tegasnya.

Djelaskannya, pendistribusian logistik pilkada pada TPS dilakukan dalam waktu dekat. Mengantisipasi terjadinya keterlambatan pengiriman logistik tersebut, KPUD tentu saja mengutamakan TPS yang berlokasi di desa terpencil dan sulit dijangkau.

“Kita akan memulai pengiriman logistik ke-58 desa yang dinilai cukup dan sulit untuk dijangkau. Setelah itu barulah kita sebarkan ke TPS yang laiinya,” tutupnya. (135)