KPU Kaur Tetapkan Paslon Secara Tertutup, Diumumkan Melalui Website

KUNJUNGI: Kapolres Kaur didampingi Kabag Ops, Kastel saat melakukan kunjungan ke KPU dan Bawaslu Kaur, Selasa (22/9).

BINTUHAN, bengkuluekspress.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kaur akan menetapkan pasangan calon kepala daerah (Paslon Kada) memenuhi syarat atau tidak, berdasarkan hasil verifikasi hari ini, Rabu (22/9). Penetapan ini dilangsungkan melalui rapat pleno tertutup yang akan digelar di aula KPU Kaur. Hasilnya akan diumumkan di laman website KPU Kaur hari itu juga. Sementara untuk penetapan nomor urut dijadwalkan Kamis besok (24/9), yang akan dilakukan di GSG Pemkab Kaur dengan dua kali pengundian.

“Ya, besok kita akan melakukan pleno secara tertutup penetapan Paslon Cakada,” kata Ketua KPU Kaur, Mexxy Rismanto SE melalui Komisioner Divisi Teknis, Irpanadi SIKom, Selasa (22/9).

Dikatakan Irpan, pihaknya melakukan pengundian nomor urut pada besok siangnya. Pihaknya mengundang dua pasalon untuk melakukan pengundian langsung. Dikatakan Irpan, ada dua kali pengundian yang dilakukan oleh pihaknya besok dengan sistem tabung.

“Jadi dua proses pengundiannya pertama pengundian nomor urut cabut undian kemudian pengundian nomor urut calon,” ujarnya.

Ditambahkannya, pengundian itu sesuai dengan petunjuk PKPU. Usai dilakukan pengundian nomor urut dilanjutkan dengan penandatanganan pakta interigas Pilkada sesuai dengan protokol kesehatan. Tentunya pihaknya berharap dalam pengundian nomor urut masing-masing Bapaslon tidak mendatangkan masa dalam jumlah besar. Menurutnya, sesuai dengan regulasi, yang diundang hanya Bapaslon dan pimpinan serta sekretaris Parpol pengusung dan ketua tim pemenangan masing masing Bapaslon.

“Masyarakat bisa menyaksikan pengundian melalui siaran langsung di facebook KPU, sehingga bisa disaksikan di rumah masing-masing,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Kaur Polda Bengkulu AKBP Dwi Agung Setyono S IK MH usai mengunjungi KPU dan Bawaslu Kaur berharap tahapan Pilkada berjalan aman dan lancar. Dia mengharapkan tidak ada riak riak yang timbul dan dapat memecah belah persatuan. Dalam hal ini Polri dan penyelenggara wajib netral tidak memihak kepada kandidat manapun juga.

“Untuk personil Polri sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya mengamankan pilkada. Saya berharap juga rekan rekan penyelenggara untuk menjaga netralitas, dan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tandasnya.(irul)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*