KPU Desak Tornas PPK

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Permohonan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu terkait pengadaan fasilitas motor dinas (Tornas) untuk Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) 9 kecamatan, rupanya belum direalisasikan Pemerintah kota. Padahal, pengajuan tornas tersebut sejak September 2018 lalu.

“Untuk kendaraan motor PPK sampai saat ini KPU belum menerima dari pemerintah kota, meskipun kita usulkan dan diusahakan sejak September yang lalu,” kata Ketua KPU Kota, Zaini SAg, kemarin (21/1).

Menurutnya, kebutuhan tornas sebanyak 9 unit ini sangat penting untuk mendukung operasional dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Apalagi PPK memiliki peran penting yang langsung berhubungan ke masyarakat, terutama dalam pendataan pemilih dan tugas-tugas lainnya.  ” Tentu sangat penting membantu mobilisasi PPK untuk melaksanakan seluruh tahapan yang ada di lapangan. Tetapi sampai saat ini KPU kota belum mendapatkan motor untuk PPK itu,” bebernya.

Di sisi lain ia mengungkapkan bahwa KPU sedikit menyayangkan tidak ada kejelasan dari pemkot terkait pengadaan tornas tersebut. Padahal, waktu sudah berjalan cukup lama dan saat ini hanya menyisakan 2 bulan lagi sebelum pelaksanaan pemungutan suara yang diadakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang. “Saat ini hanya menyisakan beberapa bulan lagi tapi KPU kota belum mendapatkan motor dari pemerintah daerah,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kota Bengkulu, Drs Riduan MSi mengaku bahwa sejak bulan November 2018 lalu Pemkot telah memasukkan anggaran di dalam APBD 2018 sekitar Rp 150 juta untuk pengadaan 10 aset tornas pinjam pakai PPK.

Dan dibulan yang sama sudah langsung dibelanjakan oleh pihak aset, hanya saja menanggapi mengapa tornas tersebut belum diserahkan ke KPU, dirinya mengaku tidak mengetahui hal tersebut, karena sejak dianggarkan tornas tersebut diserahkan ke pihak teknis yakni bidang aset.

“Memang pinjam pakai bukan diserah- terimakan. Dan itu sudah dibelanjakan sekitar bulan 11 kemarin anggaran 2018. Saya belum jelas karena leading sektor dibidang aset, nah sejauh mana itu belum ada laporan ke saya, kalau seingat saya itu sudah selesai,” jelas Riduan.

Namun saat BE mengkonfirmasi ke Kepala Bidang Aset BPKAD kota, Hoirul Mua’sy sedang tidak masuk kerja dikarenakan sakit. Saat dihubungi melalui telepon seluler Hoirul belum bisa merespon untuk memberikan keterangan lebih lanjut. (805)