KPK Segera Periksa Mentan

Ditahan, Presiden PKS Mundur

190399_lutfi-hasan-ishaqq-di-tahan-kpk_663_382JAKARTA, BE – Pengusutan dugaan suap terkait penetapan kuota impor daging sapi tidak akan berhenti pada penetapan empat tersangka termasuk Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri pihak lain yang diduga terlibat dalam dugaan suap senilai Rp 1 miliar tersebut.
“Kita akan menelusuri apakah ada pihak-pihak lain lain yang terlibat di dalamnya,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantornya, kemarin.

Untuk mengembangkan kasus ini, KPK bakal memeriksa Menteri Pertanian Suswono. Menteri asal PKS tersebut dianggap mengetahui proses penetapan kuota daging impor di institusinya. “Kalau diperlukan, akan diperiksa,” kata Johan.
KPK telah menetapkan dua direktur perusahaan importir daging, PT Indoguna Utama, Juard Effendi dan Arya Abdi Effendi sebagai tersangka pemberi suap. Komisi antikorupsi tersebut juga menetapkan Ahmad Fathanah, pria yang diduga orang dekat Luthfi, sebagai tersangka penerima suap.

Ketiganya diciduk dalam sebuah operasi tangkap tangan yang digelar Selasa (29/1). Keesokan harinya, mereka bertiga ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan pengembangan operasi tangkap tangan tersebut, Luthfi juga ditetapkan menjadi tersangka penerima suap.

Untuk melengkapi bukti, KPK kemarin menggeledah empat tempat, yakni ruangan di Ditjen Peternakan Kementrian Pertanian (Kementan) di kawasan Ragunan, Jakarta. Penggeledahan juga dilakukan di kediaman Ahmad Fathanah di Apartemen Margonda City Blok C-605, Depok, Jawa Barat; rumah Arya Abdi Effendi di Taman Duren Sawit Blok B-4 Jakarta Timur; serta kantor PT Indoguna Utama di Jalan Taruna 8 Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Penetapan kuota impor daging dilakukan dalam rapat di tingkat Menko Perekonomian. Putusan dalam rapat tersebut dilakukan berdasarkan rekomendasi dari Kementan. Rekomendasi tersebut didasarkan pada data suplai sapi lokal berbanding kebutuhan domestik.

Setelah ada keputusan kuota impor di tingkat Menko Perekonomian, Kementan membagi-bagi kuota tersebut kepada perusahaan importir. Dari rekomendasi Kementan tersebut, Kemendag akan menerbitkan izin kuota impor. Tahun ini, alokasi kuota daging impor mencapai 80.000 ton, atau dipangkas 5.000 ton dibandingkan kuota tahun lalu. Tahun ini, PT Indoguna yang pernah masuk daftar hitam importir, mendapatkan kuota sekitar 8.000 ton.

Di DPR, Luthfi saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I yang membidangi pertahanan. Namun menurut KPK, ada bukti-bukti yang menunjukkan Luthfi terkait dengan dugaan suap terkait kuota daging sapi impor. Menurut Johan, bukti yang mengarah ke peruntukan uang Rp 1 miliar kepada Luthfi, tidak hanya diperoleh dari operasi tangkap tangan pada Selasa.

Namun, juga berdasarkan bukti di peristiwa lain. “Ada peristiwa-peristiwa yang kemudian disimpulkan penyidik, bahwa LHI (Luthfi) terlibat di kasus ini,” ujar Johan.

Setelah ditangkap pada Rabu malam, kemarin petang KPK menahan Luthfi di Rutan KPK di Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta. Menurut Johan, penahanan yang dilakukan dalam waktu cepat dilakukan karena penetapan Luthfi masih menjadi bagian dari operasi tangkap tangan. “Di operasi-operasi tangkap tangan yang lain juga begitu,” katanya.

Sebelumnya, pada Kamis dini hari, KPK menahan tiga tersangka lainnya di tiga tempat terpisah. Ahmad Fathanah ditahan di Rutan KPK. Juard Effendi di Rutan Salemba. Sedangkan Arya Abdi Effendi di Rutan Cipinang. Sedangan Maharani, mahasiswi yang turut ditangkap ketika berduaan bersama Fathanah di sebuah kamar di Hotel Le Meridien Jakarta, dilepas penyidik.

Menurut Johan, perempuan 19 tahun tersebut tidak terkait dengan kasus suap. “Berdasarkan bukti yang ada, M (Maharani) tidak ada kaitannya dengan suap,” katanya. Maharani meninggalkan Gedung KPK pada Kamis dini hari.

Setelah petugas KPK memanggilkan Taksi Blue Bird, mahasiswi Universitas Prof DR Moestopo tersebut meluncur meninggalkan Gedung KPK. Saat diperiksa, Rp 10 juta dari uang suap Rp 1 miliar, sudah berada di dompet Maharani. Ia bersedia menyerahkan uang tersebut ke penyidik untuk disita.

Wakil ketua KPK Bambang Widjojanto membenarkan hal itu. KPK tidak memiliki banyak waktu karena pihaknya hanya memiliki waktu 1×24 jam dari operasi tangkap tangan yang terjadi. Berbeda dengan narkotika dan terorisme yang memiliki waktu 6×24 jam untuk membuktikan.

“Kami tidak mau kecolongan. Kami melakukan itu karena kami duga berkaitan karena ada dua alat bukti,” katanya. Dia meminta agar masyarakat memberikan keleluasaan kepada penyidik untuk membuktikan semuanya di pengadilan.

Saat disinggung apa kaitannya Luthfi dengan dengan perusahaan impor daging, pria yang akrab disapa BW itu mengatakan kalau tindak pidana korupsi tidak melulu penyalagunaan wewenang. Untuk kasus Luthfi, BW menyebut adanya indikasi orang yang mengatur masalah impor itu.

“Tidak harus (pejabat) yang berwenang. Karena kalau langsung, itu namanya penyalagunaan wewenang. Tetapi bisa juga (menjadi tersangka) karena memberi pengaruh. Kita ada alat bukti yang cukup,” terangnya. Namun BW enggan menjelaskan pola hubungan antara Lutfi dan A. Fathanah.

Sebelumnya, pada Kamis dini hari, KPK menahan tiga tersangka lainnya di tiga tempat terpisah. Ahmad Fathanah ditahan di Rutan KPK. Juard Effendi di Rutan Salemba. Sedangkan Arya Abdi Effendi di Rutan Cipinang. Sedangan Maharani, mahasiswi yang turut ditangkap ketika berduaan bersama Fathanah di sebuah kamar di Hotel Le Meridien Jakarta, dilepas penyidik. Menurut Johan, perempuan 19 tahun tersebut tidak terkait dengan kasus suap.

Sementara itu, kuasa hukum Luthfi Hasan Ishaaq, Zainuddin Paru mengaku kecewa dengan KPK. Dia “iri” dengan perlakuan instansi pimpinan Abraham Samad terhadap tersangka korupsi lain. Terutama Andi Mallarangeng yang lebih dahulu menyandang status tersangka tetapi tidak juga dilakukan penangkapan.

Dia menyebut kalau penetapan tersangka dan penahanan Luthfi sebagai anomali dalam proses penegakan hukum. Kliennya mendapat cap tersangka hanya beberapa jam sejak ditangkapnya Fathanah. “Ada penyelenggara negara yang sudah jadi tersangka satu dua bulan lalu, tapi sampai sekarang masih berkeliaran,” terangnya.

Dia lantas merinci kejanggalan dalam penetapan kliennya yang diawali oleh keluarnya berita pencegahan Luthfi ke luar negeri. Saat itu, waktu masih menunjukkan pukul 16.00. Dua jam kemudian, dia mendapat kabar status Luthfi naik menjadi tersangka dan dilakukan penangkapan malamnya.

“Saat petugas ke DPP PKS kami kira pemanggilan untuk diperiksa dugaan keterkaitan Pak Lutfhi dengan 4 orang yang tertangkap di Le Meridien,” imbuhnya. Ternyata, yang dibawa adalah surat penangkapan. Dia juga meminta agar penahanan kliennya ditangguhkan karena berjanji bakal kooperatif.

Saat disinggung KPK bergerak cepat karena bagian dari operasi tangkap tangan, Zainuddin menampik. Dia tidak sepakat dengan istilah itu karena pada kenyataannya Luthfi tidak ikut ke Le Meridien. Malah, saat penangkapan terjadi Lutfi sedang memimpin rapat di DPP PKS.

Versinya, operasi itu dikatakan tangkap tangan ketika kliennya ada di tempat penggerebekan oleh penyidik KPK. Lantas, bisa dibuktikan saat itu ada barang bukti dari seseorang untuk kliennya. “Kalaupun betul ada upaya suap, belum tentu diterima karena selama ini PKS menolak dengan tegas apa yang namanya korupsi,” katanya.

Disamping itu, dia juga heran dengan sikap KPK yang sampai sekarang tidak juga merinci apa peran Luthfi pada dirinya. Termasuk dengan dua alat bukti yang sudah digadang-gadang KPK untuk menjerat kliennya. Dia berharap agar semua diperjelas kepadanya sebagai kuasa hukum resmi Luthfi.

M. Assegaf, pengacara yang lain menambahkan. Larutnya penangkapan membuat kliennya dilanda kecapekan luar biasa. Jadinya, kemarin tidak bisa dimintai keterangan secara menyeluruh. “Kondisi Pak Luthfi tidak cukup fit untuk bisa terus melaksanakan pemeriksaan. Sehingga kami minta pemeriksaan tentang materinya ditunda,” terangnya.

Presiden Baru Ditentukan
Sementara itu saat hendak menuju Rutan Guntur, Luthfi mengungkapkan pengunduran dirinya sebagai Presiden PKS. Pengunduran diri disampaikan kepada Majelis Syuro, lembaga tertinggi di partai berlambang dua bulan sabit kembar tersebut. Peraih Master Ushuludin di Universitas Ibnu Saud Arab Saudi tersebut yakin partainya tidak akan terpengaruh kasus yang menimpa dirinya.

“Insya Allah, PKS tanpa ada saya, dia akan terus bekerja dan masuk dalam tiga besar,” kata Luthfi. Pria kelahiran Malang, 5 Agustus 1961 itu kemarin tidak bersedia bicara tentang kasusnya.

Pada perkembangan lain, para pengurus Majelis Syuro dan DPP PKS kemarin berkumpul di kompleks villa bernama Padepokan Madani khusus membahas penetapan tersangka Luthfi. Padepokan yang terletak di Lembang, Jawa Barat itu merupakan kediaman Hilmi yang juga selama ini sering digunakan sebagai tempat pertemuan internal PKS. Salah satu poin keputusan pertemuan itu adalah membahas penetapan Presiden PKS baru yang akan diumumkan hari ini.

Siapa yang akan ditunjuk Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin menjadi presiden PKS berikutnya?
Ada sederetan petinggi PKS dan tokoh yang pernah menjabat sebagai presiden PKS yang disebut-sebut sedang ditimang-timang Hilmi untuk meneruskan tugas Luthfi. Mereka adalah Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, Almuzzamil Yusuf, hingga Nur Mahmudi Ismail.

Nama Sekjen PKS Anis Matta juga disebut-sebut sedang ditimang-timang oleh Hilmi menjadi Presiden PKS pengganti Luthfi. Namun Anis selama ini selalu menolak jabatan tertinggi di PKS tersebut dan dikenal sebagai Sekjen ‘abadi’ karena sudah tiga periode menjadi Sekjen PKS.

Hilmi sendiri memang dikenal sangat berhati-hati dalam memilih orang-orang terdekatnya. Selama ini Presiden PKS tak pernah memegang jabatan lebih dari dua periode. Tapi bisa saja karena situasi PKS yang sedang terdesak kemudian Hilmi sebagai Ketua Majelis Syuro menunjuk mantan Presiden PKS yang dianggap cukup berhasil.(jp)