Hadapi Pilwagub, Anggota DPRD Provinsi Disadap KPK?

BENGKULU, BE- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ikut mengawasi Pemilihan wakil gubernur (Pilwagub) Bengkulu. Jika terjadi RIO-SUASANA PARIPURNA PEMBENTUKAN PANITIA PILWAGUB (1)pelanggaran hukum berupa suap atau gratifikasi, KPK memastikan akan menindaklanjutinya secara hukum.

“KPK akan mengawasi jika memang ada potensi pelanggaran hukum. Tapi kita juga berharap masyarakat juga melakukan pengawasan agar tidak ada money politics politik uang) pada Pilwagub. Kita berharap tidak terjadi apa-apa,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi, saat dihubungi kemarin.

Dia mengatakan tidak akan secara terang-terangan ikut mengawasi Pilwagub. Sebab diketahui bersama KPK kerap melakukan upaya pengawasan senyap. Dengan melakukan penyadapan. Pasalnya, upaya tangkap tangan terhadap aksi penyuapan dimulai dari penyadapan handphone. “KPK memiliki prosedure tersendiri dalam melakukan penyelidikan,” ujarnya.

Sementara Ketua Fraksi PKS Lukman SP mengatakan pihaknya tidak pernah mendengar adanya politik uang dalam pilwagub. Dia sangat yakin tidak ada praktek politik uang. “Kita¬† belum pernah dengar. Apakah ada atau tidak kita tidak mau berandai-aandai,” ujarnya.

Dia mengatakan sampai saat ini Fraksi PKS belum memiliki pilihan. Sebab belum melakukan rapat partai. Lukman mengatakan apapun kebijakan partai akan dilaksanakannya. “Fraksi merupakan perpanjang tangan partai. Apapun keputusan partai nanti akan disampaikan kepada fraksi,” ujar Lukman.

Ketua Fraksi Golkar mengatakan jika pihaknya tidak mengharapkan adanya politik uang dalam pilwagub ini. Hal ini dilakukan demi kepentingan masyarakat banyak. “Saya kira enggaklah, isu politik uang itu menyesatkan. Sampai saat ini kita belum mengalmbil sikap, karena masih menunggu kebijakan partai. Bisa mendukung salah satu calon atau diserahkan anggota fraksi masing-masing,” ujarnya.

Pengamat Politik Unib Drs Lamhir Syamsinaga MSi, masing-masing calon memiliki kekuatan yang nyaris sama. Sehingga persaingan akan semakin ketat dan panas. “Kita prediksi selisihnya suara sangat sedikit,” ujarnya.

Sebelumnya panitia pilwagub telah terbentuk dari perwakilan fraksi-fraksi dalam sidang paripurna kemarin. Ketua Panitia Pilwagub Fatrolazi, Wakil ketua Ir Muharamin, dan Sekretaris Suharto. Anggota Budy Darmawansyah, Hery Alfian Ak, Firdaus Djailani, Muharamin, Diana Komena, Burhandari, Parial, Gustiyanto, Aank junaidi, dan Rosnaini Abidin. “Panitia Pilwagub ini dibentuk untuk menyiapkan tatib hingga pemilihan wagub,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Ahmad Zakarsih.

Dalam rapat paripurna tersebut, panitia Pilwagub dibatasi untuk menyelesaikan tugasnya selama satu minggu, setelah itu dilakukan pemilihan wagub.(100)