KPK Periksa Pejabat dan Anak Buah RDS

Ridwan Mukti
RIO/Bengkulu Ekspress PERIKSA SAKSI: Sejumlah orang yang menjadi saksi dalam kasus OTT suap Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti dan istri memasuki aula Mapolda Bengkulu untuk menjalani pemeriksaan oleh KPK, Kamis (6/7).

Rumah RM Juga Digeledah

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Puluhan saksi dalam kasus dugaan suap terhadap Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dan istri Lily Martiani Maddari, diperiksa oleh petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di aula Mapolda Bengkulu, kemarin (6/7).

Pemeriksaan para saksi ini dilakukan guna mengumpulkan keterangan saksi dalam melengkapi berkas perkara tersangka suap dalam OTT KPK beberapa waktu lalu, yakni Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti; istri gubernur, Lily Martiani Maddari; serta pengusaha Rico Dian Sari (RDS) dan Jhony Wijaya.

Khusus pejabat Pemprov Bengkulu yang diperiksa tahap pertama sekitar 8 orang, diantaranya Kadis PUPR dan Kabid Binamarga. Kemudian pihak swasta salah satunya pegawai Rico Putra Selatan (RPS) atau anak buah Rico Dian Sari (RDS) dan beberapa orang kontraktor.

Berdasarkan data yang diperoleh Bengkulu Ekspress, Pemeriksaan yang dilakukan KPK berlangsung tertutup sejak pukul 08.00 WIB dan direncanakan pemeriksaan pun akan dilakukan bertahap dalam beberapa hari ke depan. Bahkan kemarin pemeriksaan saksi masih berlangsung hingga malam hari.

Dalam keterangannya, Dir Reskrimsus Polda Bengkulu, Kombes Pol Drs Herman MM kemarin (6/7), menyebutkan, adik ipar isteri Gubernur yakni Rico Maddari serta mantan ajudan Ridwan Mukti dan dan beberapa kontraktor turut diperiksa.

“Tim KPK melakukan pemeriksaan terhadap beberapa pejabat di Pemprov Bengkulu, karyawan RPS dan beberapa kontraktor lainnya,” terang Herman.

Baca Juga  20 Pejabat dan Kontraktor Diperiksa KPK Terkait OTT Istri Gubernur Bengkulu

Berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, beberapa pegawai RPS dan kontraktor hilir mudik memasuki ruangan pemeriksaan guna memenuhi panggilan penyidik KPK untuk dilakukan pemeriksa. Proses pemeriksaan pun dikawal ketat oleh petugas kepolisian dalam hal ini anggota Bid Propam Polda Bengkulu yang yang bersenjata lengkap tegak di pintu masuk aula Mapolda Bengkulu.

Pemeriksaan ini berlangsung sangat tertutup sehingga sejumlah awak media tidak bisa melihat dan mengetahui secara pasti beberapa orang yang diperiksa. Hingga tadi malam, para awak media masih terus menunggu di luar ruang pemeriksaan dan belum bisa juga dipastikan apakah dari pemeriksaan ini nantinya akan ada yang ditahan atau dibawa ke Gedung KPK pusat di Jakarta.(529)