KPBR Jaga Bunga Rafflesia

<script async src="//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js"></script> <ins class="adsbygoogle" style="display:block; text-align:center;" data-ad-layout="in-article" data-ad-format="fluid" data-ad-client="ca-pub-5167923641613355" data-ad-slot="7238301392"></ins> <script> (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); </script>
Foto IST

BENGKULU TENGAH, Bengkulu Ekspress – Warga yang tergabung dalam Kelompok Peduli Bunga Rafflesia (KPBR) Bengkulu Tengah (Benteng) kerap melakukan penjagaan terhadap beberapa bunga Rafflesia Arnoldi yang sering mekar di Cagar Alam Liku Sembilan Desa Taba Teret, Kecamatan Taba Penanjung.



“Kalau bunganya mekar anggota KPBR Bengkulu Tengah memasang pagar kayu dan melakukan penjagaan dari pagi hingga sore agar bunga ini tidak dicuri,” kata salah satu Anggota KPBR Bengkulu Tengah, Zulkifli (34).

Dijelaskannya, penjagaan terhadap bunga langka dan dilindungi itu perlu dilakukan. Sebab, dari pengalaman pengerusakan terhadap bunga Rafflesia kerap terjadi. Seperti, ada oknum jahil yang memotong batang tumbuhan inang Rafflesia tersebut. Padahal, bunga Rafflesia sering mekar di dalam Cagar Alam tersebut. Tapi, sejauh ini tidak ada penjagaan dari pihak-pihak terkait. Padahal aksi pencurian bonggol atau calon bunga juga sering terjadi karena mudahnya akses memasuki kawasan konservasi itu.

Sebab itulah, penjagaan terhadap bunga langka dan dilindungi itu sangat diperlukan. Terlebih lagi, sebab kesadaran masyarakat untuk menjaga itu tergolong masih relatif rendah. “Alhasil, kerap terjadi pengrusakan, apalagi mereka melihat tidak ada dampaknya bagi perekonomian mereka,” jelasnya.

Sementara itu, campur tangan pemerintah sangat diperlukan untuk melindungi puspa langka tersebut. Selaku pecinta Rafflesia, dia ingin Pemerintah Daerah ikut melestarikan dan menjadikan bunga Rafflesia Arnoldi sebagai icon wisata yang utama untuk dipasarkan lebih luas lagi.  “Kami berharap adanya bantuan dari Pemerintah melalui dinas terkait, sehingga penjagaan terhadap bunga Rafflesia ini dapat dilakukan secara intens,” pintanya.(135)