Kotaku Sosialisasikan PHBS

Pasang Spanduk di 131 Kelurahan/Desa

IST/BE
Salah seorang warga tengah melihat informasi yang ada di spanduk yang dipasang oleh Tim BKM KOTAKU Provinsi Bengkulu.

BENGKULU BE- Di masa pandemi Covid-19 saat ini, Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) terus ambil bagian dalam segala lini, termasuk sosialisasikan program protokol kesehatan terkait pencegahan virus Corona (Covid-19) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Informasi yang disampaikan tersebut diberikan melalui spanduk yang dipasang di 131 kelurahan/desa binaan.

“Kotaku membagikan sebanyak 262 spanduk di 131 kelurahan dan desa dampingan Program KOTAKU Provinsi Bengkulu di tiga kabupaten/kota. Rincianya Kota Bengkulu 67 kelurahan, Kabupaten Rejang Lebong sebanyak 53 kelurahan dan 11 kelurahan di Kabupaten Bengkulu Selatan,” ungkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengembangan Kawasan Permukiman Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Bengkulu, Alto Bely.

Masih dikatakan Alto Bely, bukan hanya spanduk PHBS yang dipasang, akan tetapi juga ada spanduk pencegahan Covid-19, spanduk kolaborasi, serta pemeliharaan infrastruktur juga dipasang di kelurahan dampingan program Kotaku.

“Sosialisasi ini sejalan dengan misi program Kotaku yang juga berupaya membangun kesadaran masyarakat untuk proaktif dan peduli terhadap lingkungan sekitar, terutama menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah lingkungan menjadi kumuh,” imbuhnya.

Melalui spanduk-spanduk PHBS tersebut dapat memberikan edukasi ke masyarakat terkait upaya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Diharapkan warga semakin paham dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari sekaligus dapat menekan penyebaran virus corona.

“Pemasangan spanduk ini tentunya melibatkan semua kelembagaan masyarakat LKM /BKM dampingan Kotaku di Provinsi Bengkulu,” terangnya.

Di sisi lain, Koordinator Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Mandiri Kelurahan Tanah Patah Kecamatan Ratu Samban Kota Bengkulu, Komar menuturkan, BKM memiliki peran untuk melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai hal, seperti pelatihan, sosialsiasi.

Dikarenakan untuk mengumpulkan massa dimasa pandemi tidak diperkenankan sehingga upaya peningkatan kapasitas masyarkat diganti melalui pemasangan spanduk dan juga poster serta sosialisasi secara daring.

“Spanduk yang dipasang berisikan kalimat ajakan dan bahasa yang gaul,harapanya mudah dimengerti dan menyentuh masyarakat, dan pemasangan spanduk tersebut mendapat dukungan dari pihak kelurahan,” tandas Komar. (247)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*