Kotak Rayakan Ultah Ke-8

JAKARTA – Bagi sebuah band, merayakan hari jadi dengan konser tentu biasa. Tapi, yang akan dilakukan Kotak ini cukup berbeda. Band yang pada 27 September nanti genap berusia delapan tahun tersebut menggeber tur di delapan kota di Indonesia. Istimewanya, selama delapan hari menjalani tur, mereka tidak akan singgah di hotel sama sekali.

Tantri, Chua, dan Cella bakal melakukan perjalanan darat dengan bus. Nanti, segala aktivitas di luar konser juga dilakukan dalam bus. Tidur, mandi, maupun latihan. Mereka memulai perjalanan kemarin (19/9) dan dijadwalkan tiba di Surabaya hari ini. Kotak bakal manggung di lapangan Basuki Rahmat.

”Ulang tahun kedelapan, tur delapan kota, delapan hari, dan delapan lagu. Serunya lagi, delapan hari itu kami nggak nginep di hotel. Nginepnya ya di bis,” cerita Tantri, vokalis, dalam jumpa pers sebelum berangkat di Nutz Culture, Senayan City, Jakarta. ”Kelar tur, naik bis lagi ke kota berikutnya,” lanjut dia.

Kelar perform di Surabaya, mereka menuju Malang. Lalu, berturut-turut ke Semarang, Solo, Jogjakarta, Ciamis, Depok, dan berakhir di Jakarta pada 27 September, tepat di hari jadi Kotak. ”Seneng banget deh. Ketika dihubungi manajemen akan dibuatkan acara spesial untuk ulang tahun Kotak, excited banget. Wow-lah pokoknya,” tegas Chua.

Kalaupun nanti sama sekali tidak menyentuh hotel, Tantri dkk tidak akan rewel. Mereka berjanji menikmati perjalanan dan tidur seadanya di bus. ”Kami bukan anak manja. Udah biasa lah. Nikmati aja perjalanannya. Saya sama Cella udah bawa alat. Nanti bisa jamming di bus. Bawa DVD player juga, pokoknya bisa macem-macem lah di bus,” kata Chua.

Bus yang mereka naiki sudah disiapkan sedemikian rupa. Ada tempat tidur dan sofa. Aldi Novianto, manajemen artis Warner Music Indonesia, menjelaskan bahwa bus yang digunakan Kotak disiapkan supaya mereka nyaman. ”Kan sudah ada bus yang interiornya seperti itu. Ada sofa, ada dapur. Paling diubah dikit untuk nambah tempat tidur,” jelasnya.

Senada dengan Chua, Tantri akan menikmati perjalanan delapan hari dan hidup di bus. ”Biasanya, tur hari pertama sampai hari keempat masih seneng ya hawanya. Nanti setelah hari kelima udah mulai bunuh-bunuhan deh itu. Hahahah…bercanda,” ujar dia.

”Nggak lah, kami bertiga sudah biasa bareng. Paling nanti kalau mentok, bosen lihat muka mereka, kami berpisah. Satu di kamar mandi, saya tidur, Cella di smoking room,” kelakar Tantri.

Cella yang menjadi satu-satunya pria di band rock tersebut juga sudah terbiasa momong Tantri dan Chua. ”Pokoknya, asal mereka berdua nggak datang bulan, saya aman,” sahut Cella, lantas tertawa.

Delapan tahun menjadi momen spesial buat band yang beberapa kali diganjar penghargaan tersebut. Selama itu, mereka beberapa kali mengalami perubahan formasi sampai akhirnya menjadi yang sekarang.

”Saya pribadi penyuka angka delapan. Lagipula, menurut filosofi dan fengshui, angka delapan kan bagus. Garisnya tidak terputus. Semoga ini berimbas kepada langkah baik Kotak ke depannya,” harap Chua. (jan/c14/na)