Kota Tanpa Kumuh Gelar Lokakarya

BENGKULU, BE – Wali Kota Bengkulu, Helmi Hasan membuka kegiatan lokakarya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Hotel Adeeva, Pantai Panjang, Kota Bengkulu, kemarin. Kegiatan yang mengangkat tema Berkolaborasi Membangun Kota Bengkulu Layak Huni dan Berkelanjutan tersebut diharapkan dapat saling bersinergi dan berkolaborasi semua pihak, untuk menghasilkan gagasan dan pemikiran yang bisa dipalikasikan menjadi program pembangunan di Kota Bengkulu pada masa yang akan datang.

“Saat ini perkembangan pembangunan di Kota Bengkulu terus akan dilakukan pemerintah, baik pembangunan yang pembiayaannya menggunakan APBN maupun APBD Provinsi maupun Kota Bengkulu,” ungkap Helmi.

Semua itu dilakukan semata-mata untuk kesejahteraan dan kebahagiaan warga Kota Bengkulu. Melalui lokakarya tersebut diharapkan semua ide bisa dituangkan dalam bentuk program pemerintah, terutama di kawasan-kawasan yang dinilai masih perlu untuk ditingkatkan pengembangannya.

“Saat ini, fokus pembangunan pemerintah khususnya melalui Program Kotaku masih di kawasan Pasar Bengkulu,” katanya.

Helmi Hasan berharap melalui program pengembangan kawasan mampu mengurangi kawasan-kawasan kumuh yang ada di Kota Bengkulu, sehingga ke depan tidak hanya memperbaiki kawasan pemukiman dan sarana penunjang lainnya, juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemanfaatan sarana yang telah dibangun pemerintah.

Sementara itu, Kepala Bapelitbang Kota Bengkulu, Firman Romzie menuturkan pembangunan skala kawasan yang dipusatkan di kawasan Pasar Bengkulu, pengembangan kawasan akan dilakukan pada tiga segmen, berpola pembangunan wisata sungai, dengan pembiayaan selain didukung dari APBN juga APBD Kota Bengkulu.

“Untuk saat ini, pengembangan sudah mencapai 80 persen, dan pembangunan akan dilanjutkan hingga mencapai jembatan sungai Bengkulu. Anggarannya sendiri sudah kita usulkan ke pusat pada tahun 2022 mendatang, harapannya usulan tersebut dapat disetujui,” tutupnya. (247)







    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*