Kota Bengkulu Layak Bangun Fly Over

proyek

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Jalan dari Bandara Fatmawati akan dibangun fly over atau jalan layang yang menghubungkan ke pusat kota Bengkulu. Rencana ini akan direalisasikan pada tahun anggaran 2019 mendatang, karena ditahun 2018 ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Bengkulu tengah melakukan study kelayakan untuk infrastruktur jalan layang.

“Saya pandang Kota Bengkulu sudah layak untuk infrastruktur jembatan layang, tapi sekarang kita masih study kelayakan yang merupakan kajian untuk meninjau titik-titik potensial di Bengkulu,” ujar Kepala Bidang Bina Marga DPUPR kota Bengkulu, Rozy Ismariadi, kemarin (27/7/2018).

Titik potensial sementara yang bisa dibangun fly over ini adalah dari Bandara Fatmawati menuju ke pusat kota Bengkulu tempatnya di Simpang Skip. Dalam kajian ini untuk mempercepat akses perjalanan yang selama ini ditempuh sampai 1 jam, bisa menjadi 30 menit menuju Bandara. Pun demikian, pihaknya belum bisa memastikan, karena study kelayakan belum selesai dikerjakan.

“Isu atau petunjuk sementara bisa kita lihat dari daerah simpang Skip atau simpang Pagar Dewa menuju Bandara. Dengan adanya fly over insyaAllah jarak tempuh perjalan bisa lebih cepat, tapi tahapan sekarang masih study kelayakan,” bebernya.

Study kelayakan ini sudah berjalan sejak awal tahun 2018 lalu, dan ditargetkan selesai akhir tahun ini, sehingga pada tahun 2019 mendatang sudah masuk ke dalam pengerjaan fisik.

“Untuk study kelayakan dianggarkan dalam APBD sebesar Rp 1,3 miliar karena kita menggunakan jasa dari ahli. Meski belum keluar hasilnya, tetapi nya sudah bisa kita lihat disimpul macet,” jelas Rozy.

Fly over ini sendiri standar nya dengan ketinggian sekitar 13,5 meter dari permukaan jalan, dengan lebar bentang jalan 10 meter. Seperti di kota-kota besar, nantinya akan ditopang menggunakan tiang beton yang sangat kuat untuk menahan beban kendaraan. Dan akan dibuat satu jalur dari satu titik menuju ke titik lainnya.

Dalam pengerjaan fisiknya nanti, proyek ini tidak menggunakan dana APBD Kota Bengkulu, melainkan dana bantuan dari Pemerintah Pusat atau Kementerian PUPR, dengan akomodasi anggaran sekitar Rp 350 miliar. Sedangkan untuk menjemput bantuan dana itu, pihak Kementerian menunggu Pemkot Bengkulu menyerahkan hasil study kelayakan.

“Dari tahun ke tahun jumlah penduduk kota bertambah, otomatis jumlah pengguna jalan juga bertambah, jadi kami menggunakan hasil jumlah rata-rata arus kendaraan,” pungkasnya. (805)