Kota Bengkulu Alami Inflasi 0,09 Persen

Hendrik/BE – Kepala BPS Provinsi Bengkulu Dyah Anugerah Kuswardani saat membacakan rilis berita resmi statistik, di aula Bunga Kibut, BPS Provinsi Bengkulu,

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Badan Pusat Statistik Bengkulu (BPS) Provinsi Bengkulu mengatakan inflasi di Kota Bengkulu sebesar 0,09 persen pada Februari 2020.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu Dyah Anugerah Kuswardani saat rilis BPS, Senin (2/3), mengatakan, inflasi Kota Bengkulu bulan Februari 2020 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.

“Kenaikan harga tersebut terjadi pada, kelompok makan-minuman dan tembakau sebesar 0,19 persen, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen, kelompok kesehatan sebesar 3,02 persen,” kata Dyah.

Selanjutnya, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,00 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,07 persen, kelompok pendidikan sebesar 0,00 persen dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,00 persen.

Sedangkan kelompok yang mengalami deflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,50 persen, kelompok transportasi sebesar 0,02 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,19 persen.

“Dengan inflasi sebesar 0,09 persen pada bulan Februari 2020 ini, maka besarnya inflasi tahun kalender (laju inflasi) sebesar 0,23 persen, dan inflasi tahunan tercatat sebesar 2,59 persen,” tutupnya.

Sementara berdasarkan pemantauan Badan Pusat Statistik di 90 kota di Indonesia, 73 kota mengalami inflasi dan 17 kota mengalami deflasi. “Inflasi tertinggi terjadi di Sintang sebesar 1,21 persen dan inflasi terendah di Parepare sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,20 persen dan terendah terjadi di Padangsidimpuan sebesar 0,01 persen,” ungkap Dyah.(HBN)