Kosagi Peduli Duafa dan Anak Yatim

Annisa/BE
Anggota dan Pengurus Kosagi foto bersama.

BENGKULU,bengkuluekspress.com – Komunitas Sahabat Berbagi (Kosagi) hadir untuk membantu sesama, khususnya kaum duafa dan anak yatim. Komunitas yang berada di bawah naungan Yayasan Sahabat Peduli Bengkulu ini dibentuk pada 11 Mei 2019 dengan alamat di Jalan Danau nomor 27 RT 01 RW 01 Kelurahan Panorama, Singaran Pati, Kota Bengkulu. Sejak berdiri hingga saat ini, komunitas ini terus menebar kebaikan.

“Kita adalah komunitas murni yang benar-benar memiliki niat untuk saling membantu sesama, terutama kaum duafa dan anak yatim. Kita membuka lebar ruang untuk para donatur yang bersedia memberikan donasi kepada anak yati daan kaum duafa,” kata
Pendiri Kosagi, Ardianto Indrawan, Kamis (30/01).

Ia menjelaskan, para donatur bisa memberikan donasi melalui kita bisa.com, transfer rekeninng (Yayasan Sahabat Peduli Bengkulu melalui rekening 7135890647 Bank Syariah Mandiri. “Untuk sahabat yang mememberikan donasi melalui transfer diharapkan untuk konfirmasi ke WA 085709502400. Donasi akan dibuka sampai tanggal 3 februari 2020,” sambungnya.

Selain itu, ia juga menjelaskan wal mulanya Kosagi hadir di Bengkulu yakni berawal dari gerakan yang dipimpin oleh dia sendiri pada Rhamadan tahun lalu. Mereka awalnya hanya berbagi untuk buka puasa kaum duafa saja, dan bingkisan untuk menyambut idul fitri. Akan tetapi Kosagi akhirnya diresmikan dan telah menjadi yayasan.

“Awalnya kita hanya berbagi buka puasa untuk kamu duafa dan anak yatim, saya mengajak teman-teman melalui media sosial untuk yang ingin ikut bergabung dalam Kosagi. Waktu itu hanya 10 orang yang menjadi anggota kosag,” lanjutnya.

Setelah Ramadhan selesai, muncul ide untuk melanjutkan kosagi sehingga sampai sekarang sudah beberepa kegiatan yang mereka adakan dan beberapa kasus yang di bantu. Kosagi sekarang memiliki 35 anggota. Setiap anggota terdapat dari berbagai kalangan.

“Kegiatan yang kita adakan untuk kaum duafa dan anak yatim yaitu pendidikan seperti fun charity education (mengajar sambil kegiatan sosial), keagamaan, kemanusiaan (misal ikut turun andil membantu bencana alam seperti banjir).

“Anggota Kosagi terdiri dari kalangan mahasiswa, rakyat biasa, wiraswasta dan lain sebagainya,” ujar pria bermata cipit itu. Ia mengaku bahwa respon positif yang di tunjukkan oleh masyarakat Bengkulu membuat mereka semakin giat untuk membantu dan mencari dana demi membantu kaum duafa dan anak-anak yatim itu diambil dari uang khas Kosagi.

Ia berharap Kosagi semakin bisa membantu kaum duafa dan anak yatim yang ada di Bengkulu. “Uang khas Kosagi berasal dari dana donasi, infak, kegiatan bazar barang bekas yang didonasikan uangnya dimasukkan ke kas,” ujarnya.(mg01)