Korem Kerahkan Anggota TNI Tegakkan Disiplin Masyarakat New Normal

Danrem : Brigjen TNI Yanuar Adil

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Korem 041/Gamas Bengkulu akan menurunkan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu Pemerintah Daerah (Pemda) melaksanakan normal baru atau new normal di ruang-ruang publik. Komandan Korem (Danrem) 041/Gamas Bengkulu, Brigjen TNI Yanuar Adil mengatakan hal itu dilakukan sesuai dengan instruksi Panglima TNI.

“Kita sebagai prajurit harus turut berperan membantu Pemda dalam menyiapkan new normal. Maka dari itu kita menurunkan prajurit bergabung dengan Satuan Tugas (Satgas) Operasi ke ruang publik, yang sejauh ini sebenarnya sudah kita kerahkan,” ujar Danrem kepada BE, Minggu (7/6).

Tugas anggota TNI di ruang publik tersebut seperti penegakkan kedisipilinan yang berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. “Sehingga nanti tercipta masyarakat yang disiplin agar terhindar dari penularan Covid-19,” bebernya.

Untuk kebijakan new normal, saat ini pihaknya masih menunggu petunjuk dari pusat. Karena untuk sementara ini, baru 2 provinsi yang menjadi percontohan yakni DKI Jakarta dan Jawab Barat.

“Meskipun demikian, kita harus tetap menyiapkan yang ditindaklanjuti dengan evaluasi. Sehingga nantinya ketika New Normal diterapkan, kita sudah benar-benar siap,” ungkap Yanuar.

Sementara itu, Danrem mengapresiasi Kabupaten Lebong yang sampai dengan saat ini masih mempertahankan status zona hijau dari penyebaran Covid-19.

“Mari sama-sama kita komitmen untuk terus mencegah penyebaran wabah Covid-19,” tandasnya.

Tak Langsung Pulihkan Ekonomi

Meskipun penerapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru akan memulihkan beberapa sektor ekonomi, sebenarnya kebijakan ini tidak langsung otomatis membuat perekonomian pulih secara maksimal. Setidaknya membutuhkan waktu beberapa bulan maupun beberapa tahun agar perekonomian benar-benar pulih.

“Belum bisa. Masih butuh waktu untuk pulih. New normal tidak otomatis industri dan perusahaan kembali beroperasi maksimal,” kata Pakar Ekonomi Universitas Bengkulu, Prof Dr Kamaludin MM, Minggu (7/6).

Ia mengaku, belum pulihnya kondisi perekonomian disebabkan permintaan ekspor yang masih melambat, sementara pelaku usaha juga kesulitan memperoleh bahan baku. Sehingga bagi perusahaan membutuhkan waktu untuk menyerap kembali karyawan yang dirumahkan dan di PHK. “Apalagi ada kekhawatiran pelonggaran disaat kurva positif covid-19 masih meningkat menimbulkan risiko gelombang kedua penyebaran Covid,” ujar Kamaludin.

Ia memperkirakan, sampai tahun 2022 perekonomian Bengkulu baru dapat dikatakan kembali normal seperti sedia kala. Meskipun penerapan new normal diklaim bisa mendorong perekonomian, hal itu tidak bisa serta merta membuat ekonomi daerah melesat positif. Melainkan masih ada berbagai proses dan tahapan untuk pulih. “Sampai 2022 baru akan kembali ke level pertumbuhan sebelum pandemi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Joni Marsius mengaku, kebijakan new normal dilakukan dalam rangka menata ulang kehidupan dan aktivitas manusia dengan hal baru. Kebijakan new normal ini juga dilakukan sebagai rangka memulihkan ekonomi nasional. “Jadi new normal dilakukan dalam rangka memulihkan kondisi perekonomian tidak hanya di daerah, tapi juga nasional,” kata Joni.

Menurutnya, meskipun ada new normal, tetapi BI memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh di bawah 5 persen atau hanya sekitar 2,5 persen. Hal itu disebabkan, belum adanya kejelasan sampai kapan wabah Covid-19 berakhir. Bahkan WHO pun memberikan saran dengan melangsungkan kehidupan baru atau new normal sebagai langkah meningkatkan kembali ekonomi yang telah terhambat, tetapi juga disertai dengan protokol pencegahan Covid-19 yang baik.

“Jadi new normal ini adalah saran dari WHO untuk memulihkan ekonomi, berapa besar pertumbuhannya setelah penerapan new normal kita belum memproyeksinya. Harapan kita bisa lebih baik dari triwulan I dan II,” tutupnya.

Pulihkan UMKM

Kebijakan normal baru akan memulihkan kinerja usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang sempat redup akibat penyebaran wabah virus Korona (Covid-19). Bahkan, saat ini ada ribuan pelaku UMKM di Bengkulu telah beraktivitas dengan normal kembali setelah beberapa bulan terakhir harus menutup usahanya akibat sepinya pembeli.

Pengamat UMKM Provinsi Bengkulu, Beny Suharto mengaku new normal dapat mendongkrak kembali penghasilan UMKM yang sempat redup karena Covid-19. Bahkan saat ini sudah banyak UMKM yang kembali buka. Sehingga cepat atau lambat ekonomi UMKM akan pulih kembali seperti sebelum adanya Covid-19.

“Minimal goyangan ekonomi itu sudah mulai muncul,” kata Beny, Minggu (7/6).

Akan tetapi, proses pemulihan UMKM ini tergantung pada masing-masing kondisi keuangan dan strategi bisnis dari pelaku usaha itu sendiri. Jika kondisi keuangan dan strategi bisnis tidak dijalankan dengan baik, maka pelaku UMKM sulit untuk kembali pulih.

“Kemampuan usaha dan inisiatif perlu dilakukan, strategi bisnis itu penting agar bisa kembali pulih dari Covid-19,” tuturnya.

Ia menambahkan, selama pandemi Covid-19 berlangsung, banyak keluhan yang disampaikan oleh para pelaku UMKM, seperti penjualan yang menurun, sulit memperoleh bahan baku, serta distribusi yang menjadi terhambat. Setelah new normal mulai diterapkan di Bengkulu, keluhan tersebut tidak pernah lagi didengarnya. “Kalau dulu mereka mengeluh sulit berjualan, sulit dapat bahan baku dan pemasaran terhambat. Sekarang semuanya sudah normal,” tambah Beny.

Ia menyebutkan, ada beberapa UMKM yang bersinar pada tahap awal pelaksanaan new normal ini yaitu UMKM yang memproduksi produk-produk herbal, buah-buahan, dan sayur-sayuran yang baik untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Hal ini disebabkan masyarakat yang mulai mengganti pola hidup menjadi lebih sehat. “Jadi jangan terkejut kalau pada awal new normal ini banyak masyarakat membeli produk herbal, buah dan sayur,” tuturnya lagi.

Ia berharap, new normal dapat menjadi peluang emas bagi pelaku UMKM, tidak hanya UMKM produk herbal, buah, dan sayur, akan tetapi seluruh pelaku UMKM dari berbagai lini bisnis bisa memanfaatkan kesempatan ini pasca Covid-19. “Ini kesempatan yang baik untuk memulihkan bisnis yang redup, kita pacu semaksimal mungkin dan memajukan ekonomi daerah,” tutupnya.(999/151)