Korem dan PLN Bangun Jembatan

MoU korem dan PLN (3)
EKO/Bengkulu Ekspress
Danrem 041/Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Irnando Arnold B Sinaga bersama Manajer PLN Sektor Dalkit Bengkulu, Yuliandra S Nurdin memperlihatkan MoU pembangunan jembatan di Aula Sudirman Makorem 041/Gamas Bengkulu, Senin (10/9).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Korem 041/Gamas Bengkulu bersama PT PLN persero menjalin kerjasama pembangunan 8 jembatan di Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kepahiang. Pembanguan jembatan itu ada di 8 desa, 7 desa di Kabupaten Bengkulu Tengah yaitu Desa Susup, Desa Pungguk Jaya, Desa Pagar Gunung Hulu, Desa Pegar Gunung Hilir, Desa Panjung, Desa Karang Penggung, Desa Taba Durian dan satu desa lagi di Kabupaten Kepahiang yaitu di Desa Ujan Mas. Komandan Korem (Danrem) 041/Gamas Bengkulu, Kolonel Inf Irnando Arnold B Sinaga mengatakan, pembangunan 8 jembatan itu menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) dari PT PLN Persero.

“Kerjasama ini dalam ruang lingkup karya bakti,” ujar Danrem kepada Bengkulu Ekspress, usai menandatangani MoU bersama PT PLN Persero di Aula Sudirman Makorem 041/Gamas Bengkulu, Senin (10/9).

Dijelaskannya, pembangunan jembatan itu lataran adanya keluhaan warga di desa tersebut. Sebab, warga yang rata-rata petani itu selalu kesulitan ketika berangkat ke perkebunannya. Jembatan yang ada sebelumnya sangat tidak layak untuk dilalui. Jika terus dipaksakan maka akan mengancam jiwa para warga yang melintas.

“Setelah kita cek kelokasi ternyata benar, jembatan utama warga itu rusak para. Jadi memang sangat layak untuk dibangun,” tuturnya.

Untuk proses pembuatannya, akan dimulai dalam waktu dekat. Danrem menarget, pembuatan jembatan akan selesai tahun ini. Dengan demikian, warga yang ingin berangkat ke perkebunannya tidak lagi kesulitan.”MoU sudah selesai, tinggal dibangun secepatnya. Tahun ini selesai,” ungkap Irnando.

Program pembuatan jembatan bekerjasama dengan PT PLN itu baru perdana dilakukan. Selain jembatan, Danrem juga sudah meminta kepada PT PLN untuk kembali menyalurkan dana CSR-nya untuk pembangunan rumah veteran. Sebab, selama ini para pahlawan ini banyak yang tidak memiliki rumah tetap.

“Kita minta PLN bisa bangun rumah para veteran di Bengkulu. Karena ini juga sangat dibutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer PLN Sektor Dalkit Bengkulu, Yuliandra S Nurdin mengatakan, untuk program sinergi PLN dan TNI pembangunan jembatan itu, PT PLN melalui dana CSR telah menggelontorkan sekitar Rp 1,5 miliar. Proses pembangunan itu dikebut tahun ini selesai. “Kita langsung gerak untuk mulai pembangunannya,” ujar Yuliandra.



Penyaluran dana CSR itu, dijelaskannya merupakan bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat. Karena setelah dicek bersama, kondisi jembatan yang dilalui warga itu sudah sangat memperhatinkan.

“Sudah kita koordinasikan dengan pemda setempat juga. Kondisi jemabtan memang sangat tidak layak. Dengan pembangunan ini nanti, kita berharap bisa bermanfaat untuk warga,” ungkapnya.

Terkait permintaan Danrem untuk pembangunan rumah veteran, Yuliandra menegaskan, pihaknya akan mengusulkan program itu ke PLN pusat. Karena selama ini program tersebut pernah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.

“Kita koordinasikan ke PLN pusat,” kata Yuliandra.Yuliandra menyakini PLN pusat akan menyetujui langkah tersebut. Sebab, program tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada para pahlawan yang masih ada saat ini.
“Saya kita akan disetujui nanti. Tinggal nanti teknisnya ke PLN Palembang,” pungkasnya.

Dalam MoU itu, hadir juga Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli, Wakil Bupati Kepahiang Netti Herawati, jajaran Kodim Kota dan Kodim Curup serta para instansi lain. (151)