Korem Cetak 400 Ha Sawah di Mukomuko

RIO-MOU CETAK SAWAH KOREM (2)
RIO/Bengkulu Ekspress
CETAK SAWAH: Danrem 041 Gamas Kolonel Inf Irnando Arnold B Sinaga menandatangani Mou kerjasama cetak sawah Tahun 2018 antara Korem 041 Gamas dengan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko di Makorem 041 Gamas, Jumat (25/5).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress РKorem 041/Gamas Bengkulu Provinsi Bengkulu menggelar MoU bersama Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko  Provinsi Bengkulu disaksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu untuk mencetak sawah seluas 400 hektare di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu .

Komandan Korem (Danrem) 041/Gamas Bengkulu Provinsi Bengkulu , Kolonel Inf Irnando Arnold B Sinaga mengatakan, langkah ini sebagai bentuk tindaklanjut hasil pertemuan kerjasama Kepala Staf Kodam II/Swj dengan Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu beberapa waktu lalu guna mewujudkan swasembada pangan secara nasional yaitu dengan menciptakan daerah-daearh baru sebagai lumbung pangan nasional.

“Untuk itu saya sangat mendukung, agar rencana ini segara terwujud,” ujar Irnando dalam sambutannya usai menggelar MoU di Makorem 041/Gamas Bengkulu, kemarin (25/5).

Ditegaskannya, kerjasama membangun pertanian juga sejalan dengan amanah konstitusi yang tercantum dalam Undang-Undang RI Nomor 34/2004 tentang TNI. Irnando mengatakan, salah satu tugas TNI adalah pemberdayaan wilayah pertahanan didarat dalam konteks tersebut.

“Maka dari itu TNI AD dituntut mampu mendukung terwujudnya ketahanan nasional yang tangguh dalam menghadapi berbagai ancaman salah satunya dengan mewujudkan ketahanan pangan,” tambahnya.

Untuk itu, Korem akan tetap komitmen meneruskan program cetak sawah di Provinsi Bengkulu. Sehingga program swasembada pangan tetap akan berkelanjutan mencapai target pekerjaan pencetakan sawah baru.

“Saya percaya apabila semua itu dilakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh maka swasembada pangan yang dulu pernah kita capai pada tahun 1985 dapat kembali terwujud dan kesulitan pangan rakyat Indonesia bisa teratasi,” terang Irnando.

Di sisi lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ir Ricky Gunarwan mengatakan, Indonesia dulu pernah swasembada pangan. Namun sekarang justru Indonesia yang melakukan impor beras, seiring bertambahnya jumlah penduduk. “Itu kenapa cetak sawah baru harus terus kita lakukan,” papar Ricky.

Menurutnya, ada dua upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan swasembada pangan. Yaitu peningkatan indeks penduduknya dan upaya penambahan luas cetak sawah baru. “Dengan MoU ini, Bengkulu bisa swasembada pangan dan petani sejahtera,” tandasnya. (151)