Korban Predator Anak Terima Pendampingan

Kepala UPTD PPA Provinsi Bengkulu
Ainul Mardianti

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Kasus asusila yang dialami kedua korban yang masih duduk dibangku kelas VI SD disalah satu sekolah swasta yang ada di Kota Bengkulu mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPA Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Hal itu terlihat dari pihak UPTD PPA yang langsung menemui keluarga kedua korban dan pihak kepolisian yakni Polres Bengkulu.



“Ya ini merupakan instruksi dari Bapak Gubernur Bengkulu, H Rohidin Mersyah agar pemerintah harus ada dan membantu keluarga yang sedang mendapatkan musibah tersebut, karena kita yakin kondisi keluarga dan korban pasti masih shock dan tidak terima atas kejadian itu,” beber Kepala UPTD PPA Provinsi Bengkulu, Ainul Mardianti, kepada BE, kemarin (19/11).

Ia mengatakan, kondisi seperti ini harus menjadi perhatian semua pihak tanpa terkecuali, karena sering kali orang tua merasa malu atau marah bila mengetahui anaknya menjadi korban pelecehan seksual, apalagi bila dilakukan oleh orang dekat mereka.

Dalam kondisi anak yang mengaku tentang kejadian pelecehan yang dialaminya, peran orang tua adalah menghadapi kasus ini dan mengambil alih masalahnya. Orang tua sangat berperan penting untuk memulihkan kondisi kejiwaan anak dan pemerintah harus turut hadir dalam hal tersebut dan memberikan fasilitas yang diperlukan keluarga korban.

“Memang untuk kasus ini, kita sudah menemui kedua keluarga yang menjadi korban dari tersangka DS tersebut, tetapi mereka belum siap dan mau kita masuk lebih dalam terhadap penanganan kasus itu, tetapi kita akan upayakan secara perlahan-lahan dan persuasif agar beban berat yang ditanggung keluarga tersebut bisa kita pikul bersama,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan, pihaknya harus dan sudah turun langsung untuk melakukan pendampingan terhadap kasus yang dialami para korban karena beredar informasi jika keluarga korban mendapatkan bullying jika peristiwa itu hanya rekayasa. “Ya dalam kasus yang terjadi di Kota Bengkulu saat ini, janganlah kita menyudutkan korban dan keluarga korban,” ucapnya.

Masih dikatakan Ainul, memang dalam kasus seperti ini, orang tua sangat berperan penting untuk memulihkan kondisi kejiwaan anak. Beberapa hal yang dibutuhkan seorang anak ketika dia berani menyampaikan kejadian pelecehan seksual yang dialaminya harus dilalakukan dengan perasaan aman serta nyaman dan dukungan kepadanya atas apa yang telah dikatakannya.

Orangtua harus tetap tenang dan menjadi orang yang bisa dipercayai untuk membantu dia melewati masalah ini dan jangan menyalahkan ataupun memarahi anak atas peristiwa yang terjadi.”Buruknya, jika pendekatan kepada anak tidak dilakukan secara benar dapat mengakibatkan trauma jangka panjang bahkan menyebabkan ketakutan yang tidak beralasan,” tuturnya.

Wakil walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi merasa geram dan mengecam perbuatan tidak senonoh yang dilakukan oknum guru pada muridnya yang dilakukan di Masjid. “Ini mencoreng dunia pendidikan (maaf) dipendidikan agama, ” ungkap Dedy di hotel Gerage Horizon, kemarin.

Ia meminta agar persoalan yang telah ditangani pihak hukum dapat diberi hukuman setimpal. Pun demikian, atas kejadian ini, ia mengimbau kepada seluruh orang tua di Bengkulu untuk mengawasi anak-anaknya.

Serta memberikan edukasi tentang seksual dan organ vital mana saja yang tidak diperbolehkan disentuh oleh siapapun. “Anak anak harus dibentengi dengan pendidikan seksual terkait alat vitalnya, sehingga saat ada kejadian ia akan ingat akan pesan orang tuanya” pintanya (247/529)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*