Korban Perkosaan Kabur dari Sekolah

CURUP, BE – Kisah hidup Sr (12) warga Desa Batu Panco yang menjadi korban perkosaan ayah tiri beberapa bulan yang lalu, memang sangat memilukan.  Pada tanggal 18 Agustus yang lalu, ia sudah melahirkan anak yang merupakan hasil kejahatan yang dilakukan ayah tirinya Pendi (38).  Meski hingga kini Pendi berlum juga tertangkap oleh Sat Reskrim Polres Rejang Lebong, Sr tetap mencoba melanjutkan masa depan dengan tetap bersekolah melalui bantuan posko KDRT Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Rejang Lebong.
Bahkan anak yang sudah dilahirkan oleh Sr melalui bantuan posko KDRT diserakan kepada orang tua asuh yang berminat untuk mengangkat anak Sr yang tidak berdosa tersebut.  Namun trauma masih membayangi Sr, saat ia dibawa ke sebuah pesantren di Kabupaten Kepahiang untuk melanjutkan pendidikan oleh posko KDRT, Sr malah melarikan diri karena saat sedang mandi, ia diintip oleh beberapa orang yang tidak dikenal.
Kepala Badan PP dan KB Kabupaten RL Drs Syafri dikonfirmasi wartawan membenarkan terkait kaburnya Sr dari pesantren tempat ia dititipkan untuk melanjutkan belajar.  “Kita dapat laporan Sr kabur dari pesantren, Sr mengaku di intip saat mandi hingga saat ini Ia tidak ingin lagi sekolah karena trauma,” terang Safri.
Meski begitu, pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus berupaya agar Sr bisa melanjutkan pendidikan, meski masa lalu korban cukup membuat korban terpukul. “Kita akan mencarikan sekolah lain agar korban tetap sekolah. Kami juga berharap agar polisi bisa segera menemukan Pendi, pelaku kejahatan yang saat ini masih kabur,” tegas Syafri. (999)