Korban Penyiraman Air Keras Meninggal

Budhi//Bengkulu Ekspress Jenaza korban Yeta Maryati (35), korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri berinisial HE saat hendak dimakamkan.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Ibu muda Yeta Maryati (35) warga Kelurahan Kandang Kota Bengkulu, yang menjadi korban penyiraman air keras yang diduga dilakukan oleh suaminya sendiri berinisial HE akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya Minggu pagi (14/7) setelah dirawat di Rumah Sakit M Yunus sejak Jumat lalu (12/7).

Korban pun meninggal dunia setelah hampir 90 persen tubuh korban dari kepala, muka hingga kebagian badan mengalami luka bakar akibat disiram air keras.Dalam kejadian itu, korban mengalami pembutaan pada kedua matanya, kerusakan pada saluran pernafasan dan pada kulit korban yang membuat korban harus kritis dan koma tidak sadarkan diri.

Saat ditemui dirumahnya, adik korban Neri Kurniati mengatakan, memang kondisi kakaknya tersebut pasca kejadian sudah tidak sadarkan diri, bahkan untuk bernafas saja harus menggunakan oksigen. “Saat masuk rumah sakit hari Jumat itu, kondisi kakak (Yeta, red) sudah kritis dan koma, akibat luka bakar yang mencapai 90 persen,” ucap Neri, kemarin (14/7).

Neri menjelaskan, saat masuk rumah sakit hingga hari ini (Minggu, red) kondisi kakak bukan makin membaik tetapi justru semakin ngedrop atau kritis. “Kami sudah ikhlas melepas kepergian kakak kami tercinta ini, daripada kakak menderita lebih baik seperti ini, karena kasian lihat kondisi kakak,” ucap Neri sambil berlinang air mata.

Neri mengatakan, rencananya jenazah kakak akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang tidak jauh berada didekat rumahnya yakni di Keluarahan Kandang Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. “Jika tidak ada halangan sore nanti (Minggu, red) akan dimakamkan,” tuturnya.

Sementara itu, terkait pelaku yang diduga merupakan suami korban sendiri, pihak keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku dan menghukum sesuai dengan apa yang sudah pelaku lakukan tersebut.
“Kami hanya minta pelaku bisa segera ditangkap, karena akibat pelaku, kakak kami harus pergi meninggalkan kami selama-lamanya,” tegasnya.

Ia mengatakan, untuk motif penyiraman itu dirinya dan keluarga tidak mengetahuinya karena mereka hanya mendapat kabar jika korban sudah berada di rumah sakit.”Untuk alasan penyiram kami tidak tahu, yang jelas kami minta pelaku segera ditangkap dan dihukum yang seberat-beratnya,” demikian ujarnya.

Untuk diketahui, peristiwa tersebut terjadi Jumat dini hari (12/7), disalah satu hotel yang ada dikawasan Tanah Patah Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu. Sebelumnya korban dan terduga pelaku bertemu di kawasan taman remaja, kemudian korban diajak ke hotel oleh terduga pelaku yang sudah pisah ranjang tersebut. Sekitar pukul 02.00 WIB Jumat dini hari, terjadilah peristiwa penyiraman air keras tersebut.

Namun belum diketahui bagaimana kronologis penyiraman cairan kimia yang diduga jenis air keras tersebut. Kasus yang diduga bermotifkan masalah keluarga ini. Hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dan untuk pelaku sendiri hingga sekarang ini masih dilakukan pengejaran oleh Dit Reskrimum Polda Bengkulu. (529)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*