Korban Pencurian Enggan Lapor Polisi

SELUMA TIMUR, BE – Ada fenomena yang aneh di Seluma saat ini. Ada korban pencurian enggan melapor ke polisi. Lantaran tak yakin kasusnya akan terungkap. Salah seorang korban pencurian, Ketua BPD Desa Kota Agung Kecamatan Seluma Timur, Buyung Sanusi memastikan diri tak akan melapor ke polisi.

Buyung Sanusi menjadi korban penjahat, Selasa malam dini hari (9/10). Pelaku pencuri memasuki saat korban dan keluarga tengah tertidur lelap. Pencuri menggasak 1 unit sepeda motor Yamaha Mio yang di parkir di dapur.

Tapi, untung karena motor dikunci double, selain kunci stang juga bannya digembok, hingga aksi mencuri motor gagal. Tapi Buyung kehilangan 1 unit genset 1200 watt.

”Biarlah, tidak perlu lapor polisi nian. Mungkin sulit mengusutnya, karena biasanya kasus seperti ini jarang terungkap. Seperti pencurian motor milik famili kami beberapa waktu lalu, belum juga terungkap,” kata Buyung Sanusi.

Terkait sikap Buyung, Sekretaris Desa Kota Agung, Daharman menegaskan sangat sependapat dengan sikap sang ketua BPD. Katanya, tempat kejadian perkara (TKP) pencurian di rumah Buyung Sanusi itu sebenarnya tidak masuk akan akan menjadi sasaran penjahat. Pasalnya, TKP tersebut berada pada lokasi yang tak jauh dari

Mapolres Seluma. ”Tempat kami ini dekat dengan Mapolres. Kami berharap, ada gebrakan dan program dari aparat yang dapat mengantisipasi aksi pencurian seperti ini,”katanya.

Berbeda dengan Buyung, korban pencurian sepeda motor (curanmor) Zulman Hamidi (27) Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan tetap memilih melapor ke polisi untuk meminta pengusutan kasus tersebut. Curanmor yang dialami Zulman waktunya bersamaan dengan aksi pencurian di rumah Buyung Sanusi, yakni Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB.

”Motornya hilang nian, saya laporkan kepolisi. Mudah-mudahan polisi dapat menangkap pelakunya dan menemukan motor saya,” katanya. (444)