Korban Longsor Minta Relokasi

Satu Kecamatan Masih Terisolir

Longsor Lebong
BENCANA: Dinas Sosial Provinsi bengkulu saat memberikan bantuan kepada korban longsor di dua posko bencana di Kabupaten Lebong. (Foto DWI/BE).

TOPOS, BE– Musibah longsor terjadi di Kabupaten Lebong Jum’at (5/5) juga terjadi di Kecamatan Topos, akibatnya jalan dari Kecamatan Topos menuju Kecamatan Rimbo Pengadang lumpuh total. Bahkan hingga Minggu (7/5) sore kemarin akses jalan masih tertutup material longsor. Hal tersebut karena keterbatasan alat berat untuk mengevakuasi material longsor di beberapa titik longsor di Kabupaten Lebong.

Disampaikan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (PUPRP) Kabupaten Lebong, Ferdinan Agustian ST pihaknya pada Sabtu (6/5) malam telah berhasil membuka satu titik longsor di jalan Topos-Rimbo Pengadang.

Pekerjaan kembali dihentikan karena pada Minggu (7/5) alat berat kembali dibawa ke Desa Sukasari Kecamatan Lebong Selatan untuk membantu membersihkan material longsor yang menimbun 9 rumah warga tersebut. “Sedangkan alat berat lainnya bantuan dari pengusaha kuari dan kontraktor masih fokus membersihkan material longsor di sepanjang jalan lintas Lebong-Curup. Baru sore ini (kemarin,red) kita kembali ke Topos untuk membersihkan material longsor dan membuka keterisoliran Kecamatan Topos,” ungkap Agus.

Selain itu, Azhar salah satu warga mengatakan longsor terjadi di Desa Bajok Kecamatan Topos. Tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut, namun warga kesulitan untuk menuju luar Kecamatan Topos seperti Rimbo Pengadang maupun Curup. Untuk kendaraan roda dua yang ingin keluar warga terpaksa mengangkat kendaraan melewati longsoran. “Kalau tidak seperti itu, tidak bisa keluar. Mudah-mudahan malam ini longsor sudah bisa dibuka,” kata Azhar.

Terpisah, Camat Topos, Zulman Dahri dikonfirmasi melalui ponselnya mengatakan hingga saat ini masih ada satu desa di Kecamatan Topos yang terisolir yakni Desa Tik Sirong. Hal tersebut dikarenakan ada 4 titik longsor di jalan menuju Desa Tik Sirong Kecamatan Topos. Bahkan saat ini, warga di Desa Tik Sirong dalam kondisi gelap gulita dikarenakan aliran listrik terputus akibat longsor.

“Kalau jalan menuju Topos sudah bisa dibuka pukul 18.00 WIB sore ini (kemarin,red). Untuk evakuasi longsor di Tik Sirong dilakukan Senin karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan,” ungkap Zulman

Minta Direlokasi

Saat ini 9 Kepala keluarga korban longsor di Desa Suasari dan 4 rumah warga di Dusun IV Talang Kodok Desa Talang Ratu yang rumahnya hancur tertimbun longsor pada Jum’at (5/05) berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lebong agar melakukan relokasi pemukiman yang ada di Desa mereka ke wilayah lain yang lebih aman. Hal tersebut lantaran kondisi lahan rumah yang mereka tempati hingga saat ini tidak aman atau masih rawan terhadap longsor susulan.

Seperti yang disampaikan Bowo salah satu warga yang rumahnya hancur dihantam longsor kemarin, bahwa dirinya bersama anak istri hingga saat ini masih menumpang dirumah keluarganya yang tak jauh dari lokasi longsor. Bahkan, diirnya tidak tahu kedepan akan tinggal dimana, karena saat ini lokasi rumahnya masih rawan longsor.

“Kami berharap Pemerintah Daerah merelokasi pemukiman warga di Dusun I Suka Sari ini karena kondisi tebing diseberang pemukiman sewaktu-waktu bisa longsor kembali. Apalagi saat ini kondisi tebing sudah retak. Jangan biarakan kami mati tertimbun longsor,” ungkap Bowo.

Ditambahkan Karnolis, korban lainnya, permintaan korban longsor untuk direlokasi tersebut karena saat ini mereka tidak memiliki harta benda untuk membeli lahan pemukiman apalagi untuk membangun rumah. “Sekarang kami tidak punya apa apa yang kami punya hanya baju yang melekat dibadan, harta benda yang kami miliki semuanya hilang diterjang longsor kemarin. Kemana saja direlokasi asal masih diwilayah Lebong kami tidak masalah,” tambah Karnolis.

Terpisah, Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Lebong, Drs Firdaus MPd yang mendengar langsung permintaan korban bencana longsor di desa Suka Sari tersebut mengatakan permintaan korban longsor tersebut akan dirinya sampaikan kepada Bupati Lebong H Rosjonsyah SIP MSi.

“Kalau kita lihat kondisi yang ada memang layak dilakukan relokasi, permintaan warga ini kita tampung dan akan disampaikan kepada Pimpinan. Kita imbau juga kepada wrga yang ada di Dusun I Desa Suka Sari ini agar tidak mebangun rumah di sekitar tebing karena Kondisinya memang rawan. dan untuk warga kita minta juga agar lebih wasapa lebih baik untuk sementar pindah ke tempat yang lebih aman,” kata Firdaus dilokasi longsor kemarin (7/5).

Sebelumnya, pada hari Jumat (05/05) sekitar pukul 17:00 WIB terjadi hujan yang cukup lebat di wilayah Lebong Selatan dan Rimbo Pengadang, akibatnya terjadi longsor di 23 titik di sepanjang jalan raya Lebong-Curup. Bahkan di desa Suka Sari 9 rumah warga rusak berat bahkan sebagian rata dengan tanah dan di Dusun IV Talang Kodok Desa Talang Ratu 4 rumah warga juga hancur tertimbun longsor.

Rumah warga yang mengalami rusak berat dan terbawa longsor di Desa Sukasari yakni Rumah milik Ari Wibowo, Jon Surip, Sawal Eendi, Heri Yanto, Edi Supratman, M Topik, Is Mirat, Karnolis dan Kalbi. Semua rumah yang rusak berat ini berada di Dusun I Desa Suka Sari. Sedankan Rumah warga yang mengalami rusak ringan yakni rumah Milik Alfa Edison, Marzuki, Mawardi, Jumala, Nur Asrmara, Endang Iskandar dan Jumian alias Yanto. Semuanya berada di Desa Suka Sari. Sedangkan rumah warga di Dusun IV Talang Kodok Desa Talang Ratu yang hancur dihantam longsor diantaranya rumah milik Indra Jaya, Reda, Mulyan dan Akum.

Bantuan Berdatangan

Pemperintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu turun ke lokasi bancana alam tanah longsor yang terjadi di 7 kecamatan di Kabupaten Lebong. Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu, Dr Soemarno MPd mengatakan berbagai logistik kebutuhan pangan telah salurkan untuk korban tanah longsor.

“Kita sudah turun ke lokasi. Termasuk logistik telah kita distribusikan,” terang Soemarno kepada BE, kemarin (7/5).

Dikatakannya, logistik makanan yang disalurkan mulai dari beras sebanyak 656 kilogram. Kumudian ada susu sebanyak 2 dus, mie instan 40 dus, sarden 1 dus. Tak hanya itu, bantua paket peralatan dapur sebanyak 20 box juga ikut diturunkan, bagi korban yang terkana musibah.

“Terpal gulung ukuran 4 x 8 sabanyak 10 lembar, juga ikut kita berikan,” tambahnya. Beberapa logistrik ini akan terus diberikan kepada korban bencana alam. Mengingat kebutuhan makanan sangat dibutuhkan bagi korban. Tim BPBD Provinsi terus standby dilokasi tanah longsor. “Tim kita standby-kan dimasing-masing titik longsor. Agar ketika ada bencana alam susulan, kita bisa langsung berikan penanganan,” ungkap Soemarno.

Sejauh ini, lanjutnya cuaca ekstrim masih terus terjadi di wilayah Kabupaten Lebong. Namun demikian, jalan yang terputus akibat longsor sudah dapat diatasi. Titik bencana alam terparah ada di tiga lokasi yaitu Topos, Talang Donok dan Uram Jaya. “Tiga alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lebong sudah ada di lokasi. Meski saat ini (kemarin,red) hujan kembali mengguyur, kita harap bencana alam susulan tidak lagi terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, bantuan juga diberkan dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Bengkulu. Seperti tenda gulung sebanyak 65 unit, matras 65 unit, selimut 78 unit, paket sandang 13 unit, paket makanan maupun lauk pauk sebanyak 104 kaleng. “Kita juga berikan peralatan dapur sebanyak 26 unit, paket pelengkapan keluarga sebanyak 52 unit,” ujar Kepala Dinsos Provinsi Bengkulu, Dr H Iskandar ZO.

Pemberian bantuan itu dikhususkan untuk empat buah rumah rusak yang ada di Desa Talak Donok. Kemudian juga menyasar di sembilan rumah yang ada di Desa Sukasari. Sebab lanjut Iskandar, dua desa ini menjadi desa terparah terkena dampak dari bencana alam. “Di desa lain juga kita cubo berikan bantuan yang sama,” tambahnya.

Sejauh ini, Tim Dinsos Provinsi yang bekerjasama dengan Dinsos Kabupaten Lebong terus berada di lokasi titik bancana alam. Termasuk mendaping korban bancana lama. Tim medis juga ikut diterjunkan, untuk memberikan bantuan kesehatan bagi korban.

“Semua tim ikut terlibat atas bencana alam,” tandas Iskandar. (151/777)