Korban Kecelakaan Menurun 30 Persen

ilustrasi-kecelakaan-sepeda-motor_20180212_105008
Foto : IST

35 Persen dari Kalangan Millenial

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Sampai dengan bulan April 2019, Jasa Raharja Cabang Bengkulu telah membayarkan dana santunan korban kecelakaan sesuai Undang-Undang No. 33 dan 34 Tahun 1964 sebesar Rp 5,2 milyar. Terdiri dari santunan korban meninggal dunia, biaya perawatan korban luka-luka termasuk untuk bantuan P3K dan ambulans.

Pembayaran santunan ini turun 4,74% dari jumlah pembayaran santunan periode yang sama tahun lalu yang disebabkan adanya penurunan jumlah korban kecelakaan lalu lintas hingga mencapai 30,37%. Penurunan ini berkat dukungan dan peran aktif mitra kerja terkait seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan dan stakeholder yang bersama-sama melakukan program pencegahan kecelakaan.

“Yang cukup memprihatinkan dari korban kecelakaan tersebut hampir 1/3 atau 34,95 % korban kecelakaan lalu lintas adalah kalangan millenial yang berusia antara 15 sampai dengan 29 tahun dan dilihat dari profesi/pekerjaan korban yang paling tinggi adalah kalangan pelajar dan mahasiswa” ujar Abdul Haris selaku Kepala Cabang Jasa Raharja Bengkulu.

Sementara itu, menurut Kepala Cabang bahwa untuk menekan angka kecelakaan terus dilakukan, bersama dengan mitra kerja terkait diantaranya memasang papan imbauan keselamatan yang dipasang pada lokasi jalan rawan kecelakaan, sosialisasi melalui media sosial dan langsung ke sekolah-sekolah, mengoptimalkan pemanfaatan Mobil Unit Keselamatan Lalu Lintas serta pemberian bantuan sarana penanggulangan kecelakaan seperti traffic cone.

Dalam keterangannya Abdul Haris menyampaikan bahwa sebagai upaya peningkatan pelayanan kepada korban/ahli waris korban, Jasa Raharja telah melakukan kerjasama dengan seluruh Rumah Sakit yang ada di wilayah Provinsi Bengkulu. Mekanismenya adalah korban yang mengalami kecelakaan dan telah melaporkan kejadiannya kepada pihak berwenang, maka Jasa Raharja akan memberikan surat jaminan kepada pihak Rumah Sakit. Selanjutnya pihak Rumah Sakit akan menagih ke Jasa Raharja, sehingga korban tidak perlu mengeluarkan dana tunai.

”Beberapa rumah sakit yang banyak menjadi rujukan untuk perawaran korban dan telah bekerjasama dengan jasa Raharja adalah RSUD M. Yunus, RSUD Kota Bengkulu, RSUD Curup, RSUD Hasanuddin Manna, RS Bhayangkara, RSUD Argamakmur,RSUD Tais Seluma, RSUD Kaur, RSUD Kepahiang, RSUD Lebong, RSUD Bengkulu Tengah dan RSUD Mukomuko dengan keseluruhan biaya perawatan yang telah dibayarkan kepada pihak rumah sakit sebesar Rp 1,1 miliar untuk 213 orang korban,” tambah Abdul Haris.

Mengingat korban tertinggi dialami oleh pelajar, selaku Kepala Cabang mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm SNI bagi pengendara Sepeda Motor, bagi orang tua untuk rela mengantar anaknya ke sekolah atau pergi ke sekolah menggunakan angkutan penumpang umum/bis sekolah. (rel/prw)