Korban KebakaranTerima Bantuan Bencana

nenek wayuna yang rumah terbakar aji acinKOTA MANNA, BE – Mayuna (65), korban kebakaran rumah yang terjadi Senin di Jalan  Haji Yasin Kelurahan Tanjung Mulia Pasar Manna kemarin masih terlihat sedih. Sebab setelah rumahnya terbakar, ibu dengan 7 anak ini tidak bisa lagi menempati rumahnya dan terpaksa nginap di rumah anaknya yang kebetulan bersebelahan dengan rumahnya. Dalam suasana sedih  itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BS menyalurkan bantuan  masa panik atau bantuan bencana.
Pelaksana Tugas Kepala BPBS, Emron SH didampingi Kabid Kedaruratan dan Bencana, Basarudin SSos mengungkapkan, bantuan itu wujud dari ikut bersedih atas kebakaran rumah yang dialami korban. Untuk itu kemarin pihaknya menyalurkan bantuan masa panik berupa pakaian, beras, lauk pauk serta peralatan memasak kepada korban. “Semoga bantuan ini bermanfaat bagi korban sehingga dapat meringankan beban yang dialami,” ungkapnya.
Sementara itu, anak ke tiga korban, Yanto mewakili ibunya mengaku bersyukur atas kepedulian BPBD BS terhadap ibunya. Menurutnya bantuan itu sangat berarti bagi ibunya yang sehari-hari bekerja sebagai penjual ayam keliling dari pasar desa yang satu ke pasar desa yang lain di BS. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini yang tentunya sangat bermanfaat bagi ibu saya,” ungkapnya.
Sementara Lurah Tanjung Mulia, Syaiful mengungkapkan, pihaknya akan mengupayakan pembuatan proposal kepada Pemda BS.
Dirinya pun ikut prihatin dengan ibu Mayuna yang rumahnya sudah tidak bisa ditempati lagi. Dirinya berharap agar pemda BS dapat memberikan bantuan material untuk merehab rumah tersebut. “Harapan kami pemda dalam memberi bantuan material, namun jika belum bisa harapan kami agar dimasukan dalam program bedah rumah pada tahun ini,” terangnya.
Sekedar mengingatkan, Senin pagi sekitar pukul  07.05 WIB rumah korban terbakar yang diduga akibat korsleting listrik. Akibatnya rumah korban hangus. Beruntung saat itu korban tidak ada di rumah sehingga tidak ada Korban jiwa dalam peristiwa kebakaran hebat itu. (369)