Rugi Hingga Rp 1 Miliar, Korban Investasi Bodong Alimama Lapor ke Polda

RIZKY/BE
Sejumlah masyarakat yang mendatangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Polda Bengkulu untuk membuat pengaduan terkait penipuan yang mereka alami setelah menggunakan Aplikasi Alimama

BENGKULU, BE– Sejumlah masyarakat yang menjadi korban Aplikasi Alimama mendatangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Polda Bengkulu untuk membuat pengaduan terkait penipuan yang mereka alami setelah menggunakan aplikasi tersebut, Kamis (24/9).

Dari keterangan AI warga Kota Bengkulu yang menjadi korban Alimama, jumlah masyarakat Provinsi Bengkulu yang menjadi korban aplikasi Alimama diperkirakan 350 orang, jumlah tersebut berdasarkan pengikut group telegram yang dibuat oleh pengguna Aplikasi Alimama di Bengkulu. Kerugian yang dialami pengguna aplikasi alimama jika ditotalkan mencapai miliaran rupiah. Karena dari ratusan pengguna tersebut ada yang sudah melakukan top up mulai dari Rp 50 juta sampai Rp 1 miliar. Jumlah uang tersebut sampai sekarang tidak bisa ditarik oleh pengguna aplikasi Alimama. “Paling kecil itu 50 ribu dan yang terbesar ada yang Rp 1 miliar, ini semua warga Bengkulu,” jelas Al.

AI dan pengguna aplikasi alimama lain sepakat melaporkan Dian Ayu yang mengaku sebagai warga Air Sebakul, Betungan. Dian Ayu merupakan orang pertama yang memperkenalkan dan mencari pengguna aplikasi Alimama di Bengkulu. Dengan iming-iming hanya mendownload aplikasi Alimama, kemudian membuat akun dan id, melakukan top up (setor uang) mulai Rp 50 ribu (semakin besar top up semakin besar bonus diberikan).

Kemudian belanja pura-pura setelah top up, belanja bisa dilakukan melalui aplikasi Lazada, Tokopedia dan lainnya. Setiap pura-pura belanja tersebut pengguna akan mendapatkan komisi 0,2 persen dari harga yang pura-pura dibeli tadi. Secara keseluruhan pengguna akan mendapatkan bonus sekitar 2 persen sehari dari jumlah top up. Pura-pura belanja hanya untuk menaikkan rating produk barang yang dijual oleh penjual online. “Ketemuan sama dia sekali sekitar bulan Juli, kata dia lulusan S3 Mandarin pernah kerja di Cina pulang ke Indonesia karena covid. Sering bolak-balik Bengkulu – Jakarta, saya tidak tahu kerjanya apa. Yang jelas dia orang pertama kali yang menawarkan Aplikasi Alimama,” imbuh Al.

Dian Ayu, orang yang diduga pertama kali memperkenalkan investasi Bodong Alimama via media sosial

Sejak melakukan top up pertama kali dua bulan lalu, beberapa pengguna aplikasi Alimama sudah melakukan penarikan uang karena mereka menerima keuntungan. Tetapi sejak tiga minggu lalu aplikasi tersebut bermasalah, tidak bisa dibuka, akun dan id pengguna dihapus.

Jangankan bonus, pengguna aplikasi Alimama tidak bisa menarik uang yang mereka transferkan kedalam rekening Alimama. Kerugian yang dialami pengguna alimama di Bengkulu bervariasi, dari yang terkecil Rp 50 sampai Rp 100 ribu, Rp 10 juta, Rp 25 juta bahkan ada warga Bengkulu yang mengirimkan ke rekening alimama Rp 1 miliar.

Saat ini pengaduan terkait penipuan aplikasi alimama tersebut dalam proses pengumpulan data dan keterangan oleh Direktorat Reserse Kriminal Polda Bengkulu. Karena masih ada tambahan korban lain yang akan membuat pengaduan.(167)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*