Korban Bisnis Slot di Bengkulu Lebih Satu Orang

BENGKULU, BE – Laporan dugaan penipuan bisnis slot yang dilaporkan Ali Mullhakam warga Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu, masih dalam penyelidikan Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Bengkulu. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan. Penyidik terus menambah bukti untuk mengungkap kasus tersebut. Dalam waktu dekat, penyidik melakukan gelar perkara untuk menentukan siapa saja yang terlibat dalam kasus penipuan tersebut. Diduga yang terlibat dengan kasus penipuan tersebut lebih dari satu orang.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan akan dilakukan gelar terlebih dulu, nanti dari bukti yang didapat akan terlihat siapa saja yang terlibat. Diduga lebih dari satu orang,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif SIK, Senin (16/11).

Ali Mullhakam warga Kelurahan Panorama, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu mengalami kerugian Rp 485 juta. Ali melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan tersebut ke Polda Bengkulu, Kamis (7/8) lalu.

Berdasarkan laporan korban ke Polda Bengkulu, korban melaporkan tiga orang rekannya yang diduga melakukan penipuan berinisial SW, DP dan YK. Tiga orang rekannya tersebut mengajak korban berbisnis slot pada Mei 2020. Korban tertarik, karena diimingi menerima keuntungan 30 persen dari modal yang diberikan. Karena tertarik korban kemudian menanamkan modal terhadap bisnis tersebut Rp 485 juta. Uang tersebut ditransfer ke ATM terlapor. Akan tetapi setelah uang ditransfer, korban tidak pernah menerima keuntungan yang dijanjikan.

Saat dihubungi, terlapor terkesan menghindar dan tidak ada kejelasan kapan keuntungan didapat. Tidak hanya keuntungan yang hilang, modal korban Rp 485 juta tidak ada kejelasan kapan dikembalikan. (167)