Kopi RL Tembus Pasar Denmark

ARY/BE
Oktrai Yolanda bagian pemasaran Kaba Mountani Coffe saat menunjukkan dua varian kopi yang mereka miliki yaitu Robusta dan Arabika. Saat ini produksi Kaba Mountain Coffe telah menembus pasar internasional.

CURUP, bengkuluekspress.com – Kualitas kopi asal Kabupaten Rejang Lebong memang bukan isapan jempol saja. Salah satunya dibuktikan dengan berhasilnya kopi asal Rejang Lebong menembus pasar kopi di Denmark. Kopi yang berhasil menembus pasar Denmark yang berada di Eropa Utara tersebut adalah kopi dengan merk dagang Kaba Mountain Coffe. Selain berhasil menembus pasar Denmark, Kaba Mountain Coffe juga telah juga menyasar sejumlah daerah di Indonesia seperti Jakarta dan Solo.

“Saat ini pasar dari Kaba Mountain Coffe ini selain di tanah air seperti Jakarta dan Solo juga sudah sampai ke Denmark,” sampai Bisnis Development Management Kaba Mountain Coffe, Hendi disela-sela kegiatan promosi melalui kegiatan kopi gratis di halaman Kantor Bupati Rejang Lebong Rabu (27/11) kemarin.

Menurut Hendi, ada dua jenis kopi dari Kaba Mountain Coffe yaitu Kopi Robusta dan Kopi Arabika, produksi kopi yang mereka lakukan dalam satu bulannya saat ini sudah mencapai 800 Kg. Kemudian kopi yang mereka jual kepada konsumen dalam bentuk kopi bubuk maupun masih dalam bentuk green been. “Untuk dalam bentuk bubuk yang Arabika kita bandrol dengan harga Rp 200 ribu per Kg sedangkan untuk Robusta seharga Rp 120 ribu,” paparnya.

Kopi yang dihasilkan oleh Kaba Mountain Coffe ini adalah jenis Premium, kopi-kopi tersebut adalah kopi petik merah yang dibeli langsung dari para petani kopi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Dimana kopi untuk Kaba Mountain Coffe ini berasal dari petani yang sebelumnya sudah mendapat pendampingan dari Kaba Mountain Coffe, yaitu mulai dari pemberian bibit hingga pendampingan selama proses penanaman dan panen.

Kopi petik merah atau Red Cherry mereka beli langsung dari petani dengan harga Rp 6 ribu untuk arabika dan Rp 4 ribu untuk jenis Robusta. Dijelaskan Hendi depalan kilo buah kopi merah yang baru petik setelah dilakukan pengolahan dan menjadi biji kopi kering menjadi 1 Kg. “Total perkebunan kopi yang di bawah Kaba Mountain Coffe ini seluas 60 hektar yaitu 20 hektar untuk Arabika dan 40 hektar Robusta dengan jumlah petaninya mencapai 80 orang,” jelas Hendi.

Menurut Hendi, harga beli kopi yang mereka tawarkan kepada para petani tersebut lebih tinggi bahkan dua kali lipat dari harga kopi asalan di tingkat pengepul. Dimana saat ini di tingkat pengepul harga kopi hanya sebesar Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu per Kg sedangkan mereka beli dari petani mencapai Rp 32 ribu per Kg.

Sementara itu, Oktrai Yolanda bagian pemasaran Kaba Mountani Coffe mengungkapkan meskipun saat ini Kaba Mountain Coffe sudah menembus pasar internasional tapi pihaknya masih terus mempromosikan kopi produksi mereka salah satunya dengan menggelar kopi gratis seperti yang mereka laksanakan di Kantor Bupati Rejang Lebong kemarin. “Kopi yang kita tawarkan hari ini ada dua jenis yaitu Arabika dan Robusta, kopi ini gratis dan ini salah satu upaya kami untuk lebih mengenalkan Kaba Mountain Coffe,” terangnya.

Menurut Tari, kegiatan serupa akan terus mereka lakukan dengan menyasar kantor-kantor dinas intansi yang ada di Kabupaten Rejang Lebong. Dengan kegiatan seperti ini pihaknya berharap Kaba Mountain Coffe bisa semakin dikenal khususnya masyarakat Rejang Lebong, karena Rejang Lebong merupakan asal dari kopi yang mereka produksi. (251)



    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*