Kopi dan Aren Komoditas Unggulan

ARY/Bengkulu EkspressP etani kopi tengah menjemur kopi yang baru dipanenya. Saat ini pemerintah pusat telah menetapkan kopi dan aren sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Rejang Lebong.

CURUP, Bengkulu Ekspress– Kementerian Pertanian Republik Indonesia menetapkan Kopi dan Aren sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Rejang Lebong. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Taman SP melalui Kepala Bidang Perkebunan, M Yusuf, SP.”Khusus untuk bidang perkebunan, Kopi dan Aren telah ditetapkan oleh kementerian sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Rejang Lebong,” sampai Yusuf.

Dengan ditetapkannya kopi dan aren sebagai komoditas unggulan di Kabupaten Rejang Lebong, maka menurut Yusuf kedua komoditas tersebut akan menjadi fokus pengembangan yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian di Kabupaten Rejang Lebong. Sehingga menurut Yusuf, saat mengusulkan program bantuan atau pengembangan komoditas di Kabupaten Rejang Lebong maka yang akan diusulkan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong adalah untuk pengembangan kopi dan aren.

“Kita ketahui, memang masih banyak komoditas perkebunan lainnya di Kabupaten Rejang Lebong ini seperti karet, sawit dan lainnya, namun yang menjadi unggulan dan akan mendapat bantuan dari pusat hanya kopi dan aren,” papar Yusuf.

Yusuf mengaku, pihakny sebelumnya pernah melakukan pengusulan untuk pengembangan beberapa komoditas perkebunan lain di Kabupaten Rejang Lebong. Namun karena komoditas yang diusulkan tersebut tidak masuk dalam komoditas unggulan maka usulan yang mereka sampaikan tersebut langsung ditolak.”Jadi setiap usulan untuk perkebunan harus berkaitan dengan kopi dan aren, diluar itu meskipun ada di Rejang Lebong maka akan ditolak karena bukan komoditas unggulan,” sampainya.



Sementara itu, terkait dengan komoditas kopi di Kabupaten Rejang Lebong sendiri, menurut Yusuf untuk area pertanian kopi memiliki luas seluas 23.558 hektar dengan jumlah produksinya dalam satu tahunnya mencapai Rp 16 ribu ton lebih dengan jumlah petaninya mencapai 18 ribu orang lebih.

Lokasi perkebunan kopi di Kabupaten Rejang Lebong ini tersebar hampir merata di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, dengan luasan terkecil ada di Kecamatan Curup yang hanya memiliki kebun kopi seluas 0,25 hektar. Sedangkan perkebunan kopi paling luas hampir merata dibeberapa kecamatan dengan luasan lebih dari 2 ribu hektar seperti di Padang Ulak Tanding, Sinding Beliti Ilir, Kota Padang, Selupu Rejang, Bermani Ulu dan Bermani Ulu Raya, Sindang Kelingi dan Sindang Dataran.

“Ada dua jenis kopi yang dikembangkan di Kabupaten Rejang Lebong yaitu Kopi Robusta dan Arabika namun yang paling banyak adalah Kopi Robusta, karena untuk Kopi Arabika baru sekitar 10 persen dari total area pertanian kopi di Kabupaten Rejang Lebong ini,” papar Yusuf.

Sementara itu untuk komoditas aren sendiri, luasan area perkebunan aren di Kabupaten Rejang Lebong mencapai 2.254 hektar dengan jumlah produksi dalam satu tahunnya mencapai 2.063 Kg per hektar.Untuk lokasi perkebunan aren sendiri ada di 14 kecamatan dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

Dimana kecamatan yang tidak memiliki perkebunan aren adalah Kecamatan Curup. Sedangkan area perkebunan aren terluas ada di Kecamatan Sindang Kelingi yang luasnya mencapai 1.153 hektar, sedangkan luas area perkebunan arena terkecil ada di Kecamatan Padang Ulak Tanding yang hanya seluas 31 hektar.(251)