Kontraktor Hadang Plt Bupati

ASRI/Bengkulu Ekspress
HADANG: Beberapa kontraktor menghadang langkah Plt Bupati saat keluar dari ruang istirahat sekretariat DPRD Bengkulu Selatan  untuk mempertanyakan kejelasan pembayaran utang, Jum’at (30/11).

Minta Utang Segera Dibayar

KOTA MANNA, Bengkulu Ekspress – Meskipun pihak kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu Selatan (BS) sudah menyetujui pembayaran utang ke pihak rekanan, yang mengerjakan paket proyek di Bengkulu Selatan  akhir tahun 2018 dengan anggaran Rp 13,5 Miliar, sebanyak 88 paket agar bisa dibayarkan pada APBDP 2018 ini.

Namun pihak rekanan belum puas. Untuk itu, kemarin mereka mendatangi Pelaksana tugas (Plt) Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi SE MM saat menghadiri sidang paripurna di DPRD Bengkulu Selatan. Saat Plt Bupati mau keluar dari sekretariat DPRD Bengkulu Selatan, dirinya langsung dihadang para rekanan.



“ Pak kami ini mempertanyakan, kapan utang rekanan dibayar,” kata Hendra Lapino mewakili beberapa rekanan yang ikut datang di sekretariat DPRD Bengkulu Selatan, Jum’at (30/11).

Hendra mengatakan, saat ini para rekanan mulai khawatir. Sebab November 2018 sudah berakhir. Mulai hari ini sudah memasuki bulan Desember. Sehingga jika tidak dibayarkan di Desember ini, maka para rekanan akan sangat dirugikan. Sebab jika tidak dibayarkan tahun ini, maka tahun 2019 tidak bisa dibayarkan. Pasalnya tidak ada anggaran pembayaran utang pada tahun 2019. “Jangan sampai utang itu tidak dibayar, sebab ini bulan terakhir tahun 2018,” imbuhnya.

Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi SE MM meminta para rekanan bersabar. Sebab meskipun pihak Kejari Bengkulu Selatan  sudah memberikan pendapat terkait utang tersebut. Namun belum diterimanya secara resmi. Dirinya akan meminta pihak kejari Bengkulu Selatan  mengeksposenya kembali. “Kami akan mengekspose kembali pandangan hukum dari Kejari Bengkulu Selatan  terkait pembayaran utang, “ ujarnya.

Setelah itu, sambung Gusnan, dirinya akan memerintahkan pihak inspektorat Bengkulu Selatan  untuk segera melakukan audit fisik. Hal itu sebagai dasar membayaran utang terhadap 88 paket proyek di Bengkulu Selatan  senlai Rp13,5 Miliar.

“ Secepatnya inspektorat saya perintahkan lakukan audit fisik, jadi rekan-rekan harap sabar, kita jangan tergesa-gesa, biar lambat asal sesuai prosedur dan tidak menjadi temuan hukum,” imbuh Gusnan.

Kepal Inspektorat Bengkulu Selatan, HJ Diah Winarsih SH mengaku siap turun ke lapangan. Saat ini pihaknya menunggu perintah dari Plt Bupati. Dirinya memastikan, paling lama 2 minggu, audit fisik terhadap 88 paket proyek tersebut selesai. Sehingga sebelum 25 Desember, semua utang sudah dilunasi. “ Secepatnya kami akan lakukan audit, saat audit nanti kami akan menggandeng auditor BPKP dan juga tim ahli,” terang Mbak Win sapaan akrab kepala Inspektorat Bengkulu Selatan  ini. (369)