Kontraktor Bantah Proyek Amburadul

BENGKULU, BE – PT Roda Teknindo (Rotek) selaku kontraktor pembangunan jalan dan siring jalan pariwisata, Ratu Agung membantah proyek senilai Rp 2,8 miliar tersebut amduradul. Jalan dan siring atau drainase yang dikerjakan itu tidak ada persoalan. “Itukan (pekerjaan) proyek jalan sekaligus perbaikan siring.

Proyek jalan tidak amburadul, yang dipersoalkan (Komisi III) itu siring, tidak menggunakan pasir tanah, dan tidak keropos,” ujar Direktur Utama (Dirut) PT Roda Teknindo Ir Purwanto, kemarin.

Ia juga mengatakan, tidak benar ada pekerjaan yang tidak maksimal, dan pecah atau retak-retak terhadap pembangunan drainase di jalan pariwisata itu. “Kami tidak menggunakan pasir tanah, seperti yang dimaksud.

Kalau di Jawa, pasir itu benar-benar hitam.  Tapi, kalau di Bengkulu, pasir kita ya seperti itu ada kemerah-merahan,” katanya.

Ditegaskannya, meskipun ada tanah dalam pasir tersebut, tidak serta merta pihaknya menggunakannya. Pasir tersebut masih dipilih dan pilah, agar tidak tercampur dengan tanah. “Pasirnya memang kemerah-merahan. Bukan tercampur tanah, tidak benar itu,” tegasnya.

Diakui Purwanto, proyek tersebut memang masih ada kekurangan. Tetapi bukan semata-mata disengaja. “Saya sendiri tidak puas, karena terlalu lambat,” katanya.

Ia menjelaskan, tidak semua drianase dibongkar mengingat kondisinya masih bagus. Pihaknya hanya melakukan perbaikan drainase yang telah rusak. “Kalau tidak dibongkar, itu artinya tidak dibayar. Kami hanya mengerjakan yang rusak-rusak saja. Kami dibayar yang dikerjakan saja, untuk meperbaiki yang rusak,” jelasnya.

Menurutnya, memang pelaksanan proyek tersebut selalu dicurigai. Karena memang belum selesai 100%. Sehingga, ia sangat memaklumi bila ada yang mengkritisi pekerjaannya. “Orang itu curiga biasa. Karena curiga mungkin pernah melakukan itu (curang), jadi curiga terhadap pekerjaan orang lain,” katanya.

Karena belum selesai proyek tersebut, sehingga banyak macam-macam tudingan dari banyak pihak. “Seperti dianggap tidak sesuai spec, padahal itu tidak ada,” katanya.

Menurutnya pekerjaan tersebut diawasi oleh pengawas dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi. Selain itu, juga diawasi oleh inspektorat.

“Ya silakan nanti, dikoreksi (audit) setelah proyek selesai,” katanya.

“Kalau saat ini ada kekurangan, ya wajar saja. Kita bekerja banyak orang, tapi bukan kesengajaan, dan itu akan diperbaiki,” tegasnya.
Terkait rencana Komisi III akan melapor kepada pihak penegak hukum, ia tidak mau mengomentari hal tersebut. Sebelumnnya, Komisi III DPRD Provinsi melakukan sidak proyek jalan dan drainase itu.

Pihaknya menilai, pekerjaan tersebut amburadul. Sehingga menganncam akan mepolisikan kontraktor, apabila tidak segera diperbaiki. (100)