Konsumsi Sayur Rejang Lebong Rendah

Sayuran hasil pertanian di Kabupaten Rejang Lebong yang melimpah. Meskipun Rejang Lebong sebagai penghasil sayuran, namun konsumsi akan sayur di Rejang Lebong masih rendah
Sayuran hasil pertanian di Kabupaten Rejang Lebong yang melimpah. Meskipun Rejang Lebong sebagai penghasil sayuran, namun konsumsi akan sayur di Rejang Lebong masih rendah

CURUP, Bengkulu Ekspress – Meskipun Rejang Lebong sebagai penghasil sayuran terbesar di Provinsi Bengkulu. Namun konsumsi sayur masyarakat Rejang Lebong saat ini masih rendah dibandingkan dengan daerah lain di Provinsi Bengkulu.

“Memang dibandingkan dengan daerah lain di Bengkulu, konsumsi sayur di Rejang Lebong masih rendah,” terang Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A PPKB) Rejang Lebong Asrawani.

Dijelaskan Asrawani, rendahkanya konsumsi sayur di Kabupaten Rejang Lebong, setelah Kementerian Kesehatan melakukan pendataan terhadap masyarakat Rejang Lebong pada tahun 2016 lalu.

Dimana dalam pendataan tersebut, menurut Asrawani dilakukan tim dari Kemenkes itu dilakukan per Kecamatan, dan rendahnya konsumsi masyatakat terhadap sayur itu merata di setiap Kecamatan, hanya saja ia tak bisa menyebutkan angka persentase pendataan tersebut.

“Kalau untuk angka pastinya saya lupa, namun yang jelas konsumsi sayur di Rejang Lebong ini masih jauh lebih rendah dari daerah lain di Provinsi Bengkulu,” tambah Asrawani.

Dengan masih rendahnya konsumsi sayur oleh masyarakat Rejang Lebong, maka menurut Asrawani berdampak pada kecukupan gizi harian masyarakat Rejang Lebong terutama bagi ibu hamil.

Namun menurut Asrawani, khusus untuk ibu hamil, konsumsi sayuran biasanya dipengaruhi juga oleh kepercayaan atau mitos masyarakat Rejang Lebong yang tak memiliki dasar. Hingga saat ini masyarakat Rejang Lebong masih mempercayai mitos-mitos tentang konsumsi makanan tertentu yang justru makanan tersebut mengandung banyak gizi atau nutrisi yang diperlukan ibu hamil.

Untuk mengatasi kurangnya konsumsi sayur oleh masyarakat Rejang Lebong tersebut, Asrawani mengaku saat ini pihaknya terus melakukan pendekatan kepada masyarakat, dengan harapan masyarakat bisa merubah pola konsumsi masyarakat dengan semakin banyak dan giat mengkonsumsi sayur
Salah satu upaya lainnya yang dilakukan pihaknya meningkatkan konsumsi sayur pula yakni mendorong pemerintah desa untuk menyampaikan kepada masyarakat guna memanfaatkan lahan perkaragan keluarga yang bisa ditanam berbagai sayur untuk keburuhan sehari-hari.
“Salah satu langkah yang kita nilai efektif untuk meningkatkan konsumsi sayur masyarakat yaitu mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayur, selain itu kita juga dorong pemerintah desa untuk memberdayakan masyarakatnya menggunakan DD untuk pemanfaatan pekarangan,” demikian Asrawani.(251)