Konsumsi Popok Sekali Pakai Melonjak 26,2 Persen

Perusahaan global Nielsen Consumer Panel Services hingga September 2012 mencatat konsumsi popok sekali pakai mengalami pertumbuhan 26,2 persen atau senilai Rp1,2 triliun.

Adanya ketersediaan popok sekali pakai bentuk celana dalam kemasan kecil memberikan pengaruh cukup besar untuk pertumbuhan penjualan produk popok sekali pakai.

Itu dikatakan Direktur Consumer Panel Services Nielsen Indonesia Hellen Katherina dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (28/11).

Rumah tangga kelas atas rata-rata menghabiskan Rp536.000 per tahun untuk pembelian popok sekali pakai, Kelas menengah Rp294.000 per tahun, dan kelas bawah Rp65.000 per tahun.

“Rumah tangga kelas menengah dan bawah yang mendorong pertumbuhan penggunaan popok sekali pakai. Untuk kelas menengah masih tergolong stabil,” kata Hellen.

Riset tersebut melibatkan sebanyak 5.600 panel masyarakat perkotaan untuk periode Oktober 2011 sampai September 2012 yang meliputi Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar.

Consumer Panel Service mengukur perilaku pembelian konsumen rumah tangga atas barang konsumsi yang cepat habis terpakai yang menjangkau 98 persen wilayah perkotaan Indonesia dan mewakili 49 juta dari total 60,5 juta rumah tangga.(**)